Konsumsi dan Industri Jadi Penyangga Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 16:17 WIB
KONSUMSI: Ekonomi Indonesia masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.
KONSUMSI: Ekonomi Indonesia masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketika pasar global masih dibayangi ketidakpastian, kekuatan ekonomi dalam negeri menjadi tumpuan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Optimisme konsumen dan aktivitas industri pengolahan yang tetap bergerak menjadi sinyal bahwa mesin ekonomi domestik masih bekerja. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen enam bulan ke depan yang tetap berada dalam zona optimistis pada Agustus 2026.

Di sisi produksi, aktivitas industri pengolahan juga menunjukkan ekspansi, ditopang kembali meningkatnya produksi serta volume pesanan baru yang relatif stabil. Penguatan sumber pertumbuhan dari dalam negeri menjadi penting ketika kondisi eksternal menghadapi berbagai tekanan.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas di Samarinda, Dana BTT Dikerahkan untuk Armada Tangki dan Tandon Warga

“Fondasi ekonomi domestik perlu terus diperkuat, baik dari sisi permintaan maupun kapasitas produksi, agar perekonomian memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto, Kamis (17/9).

Disampaikan jika ruang penguatan tersebut dapat ditempuh melalui sinergi kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi. Pembiayaan ekonomi menjadi salah satu instrumen yang perlu dioptimalkan untuk mendukung kegiatan produktif.

Selain pembiayaan, optimalisasi belanja pemerintah turut menjadi bagian dari bauran kebijakan. Belanja yang diarahkan secara efektif dapat menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memberikan dukungan terhadap sektor-sektor produktif.

Penguatan ekonomi domestik juga diarahkan melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas efisiensi dan mendukung aktivitas ekonomi yang semakin terintegrasi secara digital.

Baca Juga: Redam Kabut Asap di Samarinda, Tim Gabungan Kerahkan 7 Truk Tangki Semprot Eco Enzyme

Di sisi lain, hilirisasi menjadi agenda penting untuk memperkuat kapasitas ekonomi. Pengembangan nilai tambah di dalam negeri diharapkan dapat memperbesar kontribusi sektor produktif sekaligus memperkuat struktur perekonomian.

Ketahanan pangan juga masuk dalam strategi penguatan sumber pertumbuhan domestik. Upaya tersebut menjadi penting tidak hanya untuk menjaga ketersediaan pasokan, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi secara lebih luas.

 “Penguatan sektor riil harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang menjaga stabilitas perekonomian,” ujar Bayuadi. Dengan fondasi tersebut, pihaknya melihat perekonomian Indonesia masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Penguatan konsumsi, produksi, pembiayaan, hilirisasi, serta ketahanan pangan menjadi sejumlah jalur yang dapat memperbesar peran sumber pertumbuhan domestik. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Pertumbuhan Ekonomi Domestik Samarinda Bisnis ekonomi indonesia industri pengolahan BI Kaltim