KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Babak baru penguatan industri alat berat penunjang sektor pertambangan di Kaltim resmi bergulir setelah produsen global asal Tiongkok, XCMG, memulai pembangunan Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia di Balikpapan.
Seremonial peletakan batu pertama fasilitas strategis tersebut digelar pada Rabu (16/9), dihadiri jajaran manajemen XCMG, perwakilan pemerintah Indonesia, serta para mitra utama pelaku usaha tambang nasional.
Fasilitas ini tercatat menjadi pusat rekondisi dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama milik XCMG yang didirikan di luar negeri.
Langkah ekspansi tersebut ditempuh guna memperkuat layanan purnajual sekaligus memperdalam penetrasi bisnis perusahaan di pasar pertambangan Indonesia yang terus bertumbuh.
Baca Juga: Waduk Benanga Darurat Kekeringan, Produksi IPA Gunung Lingai Dipangkas 40 Persen
General Manager XCMG Mining Machinery Business Division Ren Daming menegaskan, pembangunan fasilitas di Kota Minyak ini memiliki peran vital bagi rantai bisnis perseroan secara berkelanjutan.
"Pembangunan fasilitas tersebut tidak sekadar menambah titik layanan purnajual. XCMG menempatkannya sebagai bagian dari pengembangan rantai nilai industri yang mencakup masa operasional peralatan secara lebih menyeluruh.
Mulai penelitian dan pengembangan, manufaktur, pengadaan, penjualan, pembiayaan, hingga layanan setelah unit beroperasi di lapangan," ujar Ren Daming saat menghadiri seremoni peletakan batu pertama.
Baca Juga: Ancam Estetika Kota Penyangga IKN, Bisnis Tanah Kavling Skala Besar di Balikpapan Dikendalikan
Dalam rangkaian agenda tersebut, XCMG turut menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan sejumlah korporasi tambang dan mitra rantai pasok lokal.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan yang telah berkiprah lebih dari 30 tahun di tanah air untuk menghadirkan kapabilitas industri secara bertahap sejak awal 2026.
Sebelumnya, XCMG juga telah membangun basis manufaktur energi baru perdana di luar negeri serta pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.
Keberadaan pusat riset tersebut difokuskan untuk menyesuaikan ketahanan mesin terhadap iklim tropis berkelembapan tinggi serta kontur tambang Indonesia yang menantang.
Pusat remanufaktur di Balikpapan ini dirancang bukan sekadar bengkel perbaikan komponen biasa. Fasilitas terpadu ini nantinya akan mengintegrasikan pergudangan suku cadang regional, pusat pelatihan teknisi lokal bersertifikat, hingga fasilitas rekondisi menyeluruh bagi unit-unit alat berat bekas.
Seluruh rangkaian rantai pasok mulai dari penarikan komponen aus, inspeksi kelayakan teknis, pemulihan mutu pabrikan, hingga pasokan suku cadang pengganti akan dikelola dalam satu atap terpadu.
Baca Juga: Investor Pasar Modal Tembus 31,14 Juta, Fundraising Korporasi Rp128,80 Triliun
Keberadaan bengkel berstandar pabrikan orisinal ini menjadi kabar melegakan bagi para operator tambang batubara dan mineral yang kerap terkendala waktu henti alat atau downtime.
Selama ini, proses perbaikan komponen utama yang harus dikirim ke luar daerah atau luar negeri kerap memakan waktu lama dan melambungkan biaya operasional lapangan.
Ren Daming menambahkan, kehadiran fasilitas remanufaktur langsung di gerbang logistik Kalimantan Timur akan menjadi solusi konkret bagi efisiensi operasional para mitra kontraktor.
"Dengan hadirnya pusat remanufaktur di Indonesia, proses overhaul dan respons penyediaan suku cadang dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kerugian akibat peralatan tidak beroperasi dapat lebih terkendali. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kami untuk memperdalam kerja sama ke depannya," tutur Ren.
Baca Juga: Konsumsi dan Industri Jadi Penyangga Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Fasilitas tersebut dipastikan menerapkan standar teknologi remanufaktur global XCMG serta kontrol mutu ketat demi menjamin performa unit kembali prima layaknya mesin baru.
Selain menyasar keandalan teknis alat berat, XCMG menegaskan bahwa investasi di Balikpapan ini dirancang untuk menyerap sumber daya manusia lokal secara terencana.
Perusahaan menyiapkan program kemitraan bersama perguruan tinggi dan lembaga pendidikan vokasi di daerah untuk mencetak tenaga mekanik andal di bidang perawatan alat berat.
Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan membuka banyak lapangan kerja baru di bidang teknis, penanganan suku cadang, rekondisi mesin, hingga logistik penunjang pertambangan.
Chairman XCMG Yang Dongsheng menegaskan bahwa arah ekspansi perseroan selalu memprioritaskan prinsip keterikatan kuat dengan masyarakat lokal.
"Konsep yang diusung XCMG adalah berakar di Indonesia, melayani Indonesia. Penguatan manufaktur, R&D, pembiayaan, dan layanan remanufaktur menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun rantai nilai yang semakin lengkap di Indonesia," tegas Yang Dongsheng.
Baca Juga: Redam Kabut Asap di Samarinda, Tim Gabungan Kerahkan 7 Truk Tangki Semprot Eco Enzyme
Yang menggarisbawahi bahwa strategi globalisasi XCMG bertumpu pada keberhasilan membumikan industri di tingkat lokal melalui transfer teknologi nyata.
"Pembangunan pusat remanufaktur tersebut menjadi salah satu langkah XCMG dalam memperdalam lokalisasi di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan industri antara Tiongkok dan Indonesia melalui pengembangan ekosistem alat berat yang lebih terintegrasi," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo