KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda mulai mengembangkan model peternakan ayam petelur sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan telur. Perusahaan tidak hanya mengandalkan distribusi, tetapi mulai membuat kandang percontohan.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda Syamsuddin Hamade mengatakan, kandang percontohan tersebut berada di samping kantor Varia Niaga di Jalan Teuku Umar. Dengan ukuran sekitar 6 x 15 meter.
“Jadi ini prototype, percontohan. Tidak ada aroma, jadi cocok untuk di lingkungan perkotaan,” kata Syamsuddin. Selain di Samarinda, Varia Niaga juga memiliki kandang di Penajam dengan populasi sekitar 6.000 ekor.
Baca Juga: PJJ Berakhir, 21 September Siswa TK-SD-SMP Kembali PTM di Sekolah
Dia menjelaskan, kandang di Samarinda tidak ditujukan untuk mengambil bisnis peternak lokal. Fungsinya lebih sebagai contoh bagi masyarakat yang ingin mengembangkan peternakan ayam petelur. “Kalau Samarinda itu fungsi kami menginspirasi saja,” ujarnya.
Perusahaan mendorong kelurahan hingga tingkat RT untuk mengembangkan kandang dengan konsep yang tidak mengganggu lingkungan permukiman. “Jadi menginspirasi lurah-lurah, di kelurahan RT-RT untuk membangun kandang ini umbaran,” tegasnya.
Konsep tersebut dirancang agar kandang tidak menimbulkan persoalan bau maupun lalat di lingkungan masyarakat. “Jadi kandang umbaran yang tidak bau supaya dia tidak menimbulkan masalah, masalah bau dan lalat yang biasanya muncul kalau memelihara ayam,” katanya.
Syamsuddin mengatakan, tujuan jangka panjangnya agar masyarakat memiliki sumber telur sendiri sekaligus membantu menjaga pasokan. “Semua tempat atau semua RT bisa swasembada telur gitu ceritanya,” ujarnya.
Baca Juga: Politani Samarinda Serahkan Peta Tata Batas Puspantara kepada Desa Suko Mulyo
Menurutnya, pola tersebut juga dapat menjadi solusi menghadapi siklus harga telur yang berulang. Ketika harga telur terlalu rendah, peternak dapat mengalami kerugian dan memilih menjual ayam produktif.
Kondisi itu kemudian berpotensi mengurangi pasokan pada periode berikutnya. Oleh sebab itu, Varia Niaga juga mendorong pola kerja sama dengan peternak lokal sebagai off-taker agar peternak memiliki kepastian pasar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo