Inflasi Kaltim 2026 Diproyeksi Naik, Harga Emas hingga Rupiah Jadi Perhatian

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:58 WIB
TEKANAN: Kenaikan inflasi inti antara lain dipengaruhi meningkatnya harga emas perhiasan.
TEKANAN: Kenaikan inflasi inti antara lain dipengaruhi meningkatnya harga emas perhiasan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026 diprakirakan tetap berada dalam sasaran, meski levelnya berpotensi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tekanan terutama datang dari kelompok inflasi inti yang dipengaruhi dinamika ekonomi global.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, kenaikan inflasi inti antara lain dipengaruhi meningkatnya harga emas perhiasan. Kondisi tersebut sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi dan kenaikan harga emas dunia.

“Pada kelompok inflasi inti, tekanan diprakirakan meningkat terutama akibat kenaikan harga emas perhiasan, sejalan dengan tingginya ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga emas dunia,” kata Bayuadi.

Selain emas, tekanan juga berpotensi muncul dari kenaikan upah minimum. Kondisi tersebut dapat mendorong konsumsi masyarakat dan meningkatkan tekanan permintaan. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar Rupiah berisiko menaikkan biaya impor bahan baku.

Baca Juga: Sidak di Rutan Tanah Grogot, Petugas Sita Silet hingga Puluhan Korek Api

Meski demikian, tekanan inflasi inti diperkirakan tidak sepenuhnya menguat. Berlanjutnya insentif bagi sektor usaha serta moderasi keyakinan konsumen menjadi faktor yang dapat menahan peningkatan permintaan domestik.

Risiko eksternal juga menjadi perhatian. Berlanjutnya konflik di Timur Tengah berpotensi mengerek harga minyak dan komoditas global. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko imported inflation melalui kenaikan harga energi dan komoditas.

Ketidakpastian pasar keuangan global juga berpotensi memengaruhi nilai tukar Rupiah. Namun, BI memperkirakan dampaknya dapat dimitigasi melalui bauran kebijakan yang diarahkan menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Inflasi Kaltim Ekonomi Kaltim harga emas nilai tukar rupiah Bank Indonesia Kaltim