Dunia Usaha Diajak Ikut Garap Produk Kerajinan Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:32 WIB
MELIMPAH: Perusahaan swasta diminta menjadikan produk kerajinan lokal sebagai bagian dari kebutuhan perusahaan, baik untuk kepentingan promosi maupun pengembangan identitas usaha.
MELIMPAH: Perusahaan swasta diminta menjadikan produk kerajinan lokal sebagai bagian dari kebutuhan perusahaan, baik untuk kepentingan promosi maupun pengembangan identitas usaha.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pengembangan produk kerajinan lokal Balikpapan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan dunia usaha untuk membantu pengrajin memperkuat produk dan memperluas pemanfaatannya.

Ditegaskan oleh Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy Setya Kesuma, perusahaan swasta dapat menjadikan produk kerajinan lokal sebagai bagian dari kebutuhan perusahaan, baik untuk kepentingan promosi maupun pengembangan identitas usaha.

“Kami inginkan bukan hanya pemerintah melalui pemerintah daerah dan perwakilan Bank Indonesia, tetapi dunia usaha yang memang ingin membantu pengembangan ekonomi kreatif," harap Heruressandy.

Baca Juga: Ekspor Migas Balikpapan Anjlok 68,97 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Penopang Utama Perdagangan

Menurut dia, sektor kerajinan memiliki banyak peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi. Produk kriya maupun wastra, misalnya, dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan tanpa menghilangkan karakter lokal yang dimiliki pengrajin.

Kolaborasi tersebut dapat berbentuk pemanfaatan produk kerajinan sebagai suvenir perusahaan, kebutuhan kegiatan, maupun bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menjadi penghubung antara dunia usaha dan pengrajin. Dukungan tidak berhenti pada mempertemukan kedua pihak, tetapi juga dapat mencakup penyediaan data pengrajin hingga proses kurasi.

“Kalau ingin berkolaborasi, kami dari Pemda, Dinas Koperasi UMKM sangat siap sekali. Kami bantu mulai dari data, menghadirkan kurasinya, sampai nanti kepentingannya untuk event di dunia usaha itu,” ujarnya.

Baca Juga: Ekspor Balikpapan Terkoreksi Tajam 34,42 Persen pada Juli 2026

Menurut Heruressandy, pola tersebut dapat membuka pasar yang lebih terarah bagi pelaku UMKM. Pengrajin tidak hanya menunggu pembeli datang dalam pameran, tetapi bisa mendapatkan permintaan yang lebih spesifik dari mitra usaha.

Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan produk yang memiliki karakter lokal dan dikerjakan oleh pelaku usaha Balikpapan.

Ia berharap semakin banyak perusahaan di Balikpapan mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sebab, keterlibatan dunia usaha dinilai dapat memperluas ekosistem yang selama ini masih banyak bertumpu pada program pemerintah.

Heruressandy menyebut sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal. Ketika produk kerajinan mendapatkan pasar baru, dampaknya tidak hanya dirasakan pengrajin, tetapi juga rantai usaha yang mendukung proses produksi.

Mulai dari bahan baku, tenaga kerja, pengemasan hingga pemasaran dapat ikut bergerak. "Dengan pola kolaborasi seperti itu, produk lokal diharapkan tidak berhenti sebagai pajangan dalam pameran, tetapi masuk ke kebutuhan ekonomi sehari-hari sehingga perputaran ekonominya pun lebih cepat," harapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Ekonomi Kreatif Balikpapan Kerajinan Balikpapan CSR Perusahaan Balikpapan DKUMKMP Balikpapan UMKM Balikpapan