KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pameran produk kerajinan tak lagi cukup hanya menjadi ruang untuk memajang dan menjual karya. Pemerintah Balikpapan melihat kegiatan pameran yang kian marak diadakan di Kota Minyak, sebagai momentum untuk mendorong pelaku usaha kerajinan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan Heruressandy Setya Kesuma mengatakan, pelaku UMKM sektor kerajinan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapatkan kesempatan untuk tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga mengembangkan kemampuan.
“Di sini saya lihat kita tidak hanya sekadar pemasaran. Mereka juga diajarkan bagaimana meningkatkan kualitas karya dan kerajinan mereka untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Heruressandy.
Baca Juga: Dunia Usaha Diajak Ikut Garap Produk Kerajinan Balikpapan
Menurut dia, kehadiran pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam pengembangan produk menjadi nilai tambah. Para pengrajin dapat memperoleh perspektif baru mengenai desain, kualitas, hingga peluang pengembangan produk.
Heruressandy menilai, apabila pengembangan hanya mengandalkan ide masing-masing pengrajin, inovasi yang dihasilkan berpotensi berjalan lebih lambat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar produk kerajinan lokal dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.
“Kita berharap dengan pemerintah daerah dibantu perwakilan Bank Indonesia, pengembangan UMKM ini bisa menjadi setingkat lebih baik lagi,” ucapnya.
Ia melihat perubahan kualitas karya pengrajin sudah mulai terlihat. Produk yang dihasilkan dinilai semakin memiliki daya tarik, sehingga berpotensi mendorong pengunjung untuk mengenal lebih jauh produk kerajinan Balikpapan.
Baca Juga: Ekspor Balikpapan Terkoreksi Tajam 34,42 Persen pada Juli 2026
Bahkan, promosi tidak lagi terbatas pada transaksi langsung. Pengunjung yang tertarik dapat turut memperkenalkan produk melalui media sosial masing-masing.
Karena itu, Heruressandy juga mengajak media dan berbagai pihak ikut memperluas eksposur produk lokal. Menurutnya, semakin banyak masyarakat mengenal karya pengrajin Balikpapan, semakin besar pula peluang produk tersebut menemukan pasar baru.
“Harapan kami semua pihak membantu juga, bukan hanya dari Bank Indonesia, tetapi semua termasuk media dan jurnalistik untuk mengenalkan karya-karya terbaik Balikpapan yang saat ini sudah banyak perkembangan dan berubah,” pesannya.
Bagi pemerintah daerah, pengembangan sektor kerajinan bukan pekerjaan yang selesai setelah satu kegiatan pameran. Pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas, kurasi produk, hingga pembukaan akses pasar.
"Melalui pameran, diharapkan menjadi salah satu mata rantai dalam perjalanan produk kerajinan Balikpapan dari sekadar produk lokal menuju komoditas yang memiliki daya saing lebih luas," harapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo