Listrik Industri Kaltim Melonjak 13,73 Persen, Kredit Tumbuh 43,70 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:32 WIB
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim - Bayuadi Hardiyanto
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim - Bayuadi Hardiyanto

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah perlambatan pertumbuhan industri pengolahan, aktivitas produksi di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menunjukkan geliat. Konsumsi listrik industri melonjak, sementara pembiayaan perbankan menguat signifikan sepanjang triwulan II 2026. Penggunaan listrik industri Kaltim tumbuh 13,73 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026. Pertumbuhan itu meningkat jauh dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 3,14 persen.

Kenaikan konsumsi listrik menjadi salah satu indikator yang menunjukkan aktivitas operasional industri masih terjaga pada periode tersebut. Tak hanya dari sisi energi, dukungan pembiayaan juga semakin kuat. Kredit industri tumbuh 43,70 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Angka tersebut melesat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I yang sebesar 14,98 persen.

“Peningkatan kedua indikator tersebut menunjukan masih terjaganya aktivitas operasional dan dukungan pembiayaan industri,” beber Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto. Kebutuhan industri terhadap input produksi juga masih bergerak positif. Volume impor bahan baku tumbuh 8,05 persen (yoy), dengan nilai impor meningkat 4,11 persen.

Sementara itu, volume impor barang modal tumbuh lebih tinggi, yakni 13,13 persen (yoy). Perkembangan tersebut mencerminkan masih berlangsungnya pengadaan bahan baku maupun barang modal dari luar negeri untuk menopang aktivitas produksi.

Berbeda dengan kedua kelompok tersebut, volume impor barang konsumsi justru terkontraksi cukup dalam, mencapai 73,06 persen (yoy). Rangkaian indikator tersebut menunjukkan bahwa meski pertumbuhan industri pengolahan melambat pada triwulan II, kebutuhan terhadap input produksi, barang modal, energi, dan pembiayaan masih mencatat pertumbuhan. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
bayuadi hardiyanto Listrik Industri Kaltim Melonjak Kredit Tumbuh BI Kaltim