KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup dengan tekanan kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan 76,30 poin atau 1,20 persen pada perdagangan Kamis (24/9/2026).
IHSG akhirnya menetap di level 6.298,61, setelah sepanjang perdagangan bergerak dalam tekanan jual. Sehari sebelumnya, indeks masih ditutup di level sekitar 6.374.
Tekanan terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 487 saham melemah, sedangkan hanya 198 saham yang menguat dan 278 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Baca Juga: Pilih Mana? Spesifikasi Samsung Galaxy S26 FE dibanding iPhone 15 dan 16
Aktivitas transaksi juga cukup besar. Perdagangan mencatat nilai transaksi sekitar Rp11 triliun, dengan volume mencapai sekitar 26,5 miliar saham.
Penurunan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama juga ikut terkoreksi. LQ45 turun sekitar 1,57 persen, JII melemah 1,47 persen, sedangkan IDX30 terkoreksi 1,53 persen.
Tekanan juga menyebar ke berbagai sektor saham. Sektor energi, keuangan, properti, bahan baku, industri, teknologi, kesehatan, transportasi, infrastruktur serta sektor konsumsi turut berada di zona merah.
Pelemahan IHSG tersebut terjadi setelah pasar saham Asia juga bergerak dalam tekanan. ANTARA melaporkan sentimen pasar dipengaruhi ekspektasi terhadap inflasi dan arah suku bunga global.
Sebelum penutupan, tekanan sudah terlihat sejak sesi pertama. IHSG sempat turun 1,06 persen ke level 6.307,11, dengan ratusan saham berada di zona merah.
Baca Juga: Beras Murah hingga Elpiji Diserbu Warga di Polresta
Dengan penutupan tersebut, perhatian investor selanjutnya tertuju pada pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya, terutama setelah indeks kembali berada di bawah level 6.300.
Editor : Uways Alqadrie