Dapur Warga Balikpapan Masih Bergantung Pasokan Luar, BI Waspadai Lonjakan Harga

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:13 WIB
PASOKAN: Bahan makanan masih menjadi momok inflasi di Balikpapan.
PASOKAN: Bahan makanan masih menjadi momok inflasi di Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, ‎BALIKPAPAN — Pengendalian inflasi di Kota Minyak menghadapi tantangan struktural berupa ketergantungan terhadap pasokan sejumlah komoditas strategis dari luar Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Meski menghadapi tantangan distribusi dan logistik, inflasi Balikpapan pada 2025 tercatat sebesar 2,71 persen secara tahunan.

‎"Kerja sama antardaerah menjadi salah satu instrumen penting mengingat Balikpapan masih membutuhkan pasokan sejumlah komoditas dari wilayah lain," sebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.

Apalagi dengan risiko cuaca, gangguan distribusi, kondisi logistik dan pasokan dari daerah pemasok dapat memengaruhi harga ketika tidak diantisipasi sejak awal. Dari itu Robi menegaskan, pengendalian inflasi perlu terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak.

Baca Juga: Bikin Dapur Tetap Ngebul, Warga Balikpapan Berburu Sembako Murah TPID dan Polisi

“Keberhasilan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat melalui terjaganya daya beli, semakin kuatnya ketahanan pangan, meningkatnya efisiensi pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi PAD, serta semakin mudah dan inklusifnya akses masyarakat terhadap layanan pemerintah,” kata Robi.

‎Sehingga penguatan pengendalian inflasi akan diarahkan pada pemetaan sumber tekanan harga secara lebih dini, penguatan neraca pangan, peningkatan ketahanan pasokan, konektivitas distribusi, serta optimalisasi kerja sama antardaerah.

Program stabilisasi harga juga akan diarahkan agar dapat dilakukan secara lebih tepat waktu dan tepat sasaran. ‎"Dengan demikian, tantangan inflasi Balikpapan bukan hanya menjaga angka inflasi tetap terkendali, tetapi juga memperkuat fondasi pasokan dan distribusi agar stabilitas harga dapat dipertahankan ketika terjadi gangguan dari sisi produksi maupun logistik," ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Pasokan pangan Kaltim ekonomi Balikpapan inflasi Balikpapan Robi Ariadi Bank Indonesia Balikpapan