KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ekspor Kalimantan Timur pada Agustus 2026 masih bertumpu pada sektor pertambangan. Namun, penurunan tajam ekspor hasil tambang menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja ekspor daerah tersebut secara bulanan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, ekspor total Kaltim pada Agustus mencapai USD1,88 miliar. Turun 3,60 persen dibandingkan Juli USD1,95 miliar.
“Jika dirinci menurut sektor dan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan nilai ekspor total pada Agustus 2026 disebabkan oleh turunnya nilai ekspor pada sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 13,00 persen dan 3,09 persen,” kata Mas’ud.
Pada sektor nonmigas, hasil tambang mengalami penurunan paling besar secara nilai. Ekspor komoditas tersebut merosot 16,61 persen, dari USD1,48 miliar pada Juli menjadi USD1,24 miliar pada Agustus.
Baca Juga: Dua Residivis Curanmor di Balikpapan Barat Diringkus Usai Gasak Nmax Warga
Kondisi berbeda terjadi pada hasil industri. Nilai ekspornya justru melonjak 51,87 persen menjadi USD557,17 juta dari sebelumnya USD366,87 juta. Kenaikan tersebut membuat hasil industri menjadi satu-satunya kelompok nonmigas yang mencatat pertumbuhan secara bulanan.
Sementara itu, ekspor hasil pertanian mengalami kontraksi paling dalam secara persentase. Nilainya turun 87,60 persen, dari USD1,21 juta pada Juli menjadi hanya USD0,15 juta pada Agustus.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, kinerja antarsektor juga menunjukkan pergerakan berbeda. Ekspor hasil industri tumbuh 47,86 persen, sedangkan hasil tambang turun 3,04 persen. Ekspor hasil pertanian terkontraksi 89,66 persen. Pada kelompok migas, penurunan mencapai 50,42 persen secara tahunan.
Meski mengalami koreksi, hasil tambang masih menjadi penopang utama ekspor Kaltim. Sepanjang Januari-Agustus 2026, kontribusinya mencapai 69,49 persen terhadap total ekspor daerah.
Baca Juga: Rangkul Driver Ojol di Balikpapan, Ditlantas Polda Kaltim Bagi Sembako dan Tekankan Tertib Berkendar
Hasil industri menempati posisi berikutnya dengan kontribusi 23,08 persen. Adapun sektor migas menyumbang 7,35 persen terhadap total ekspor Kaltim selama periode tersebut.
Secara kumulatif, total ekspor Kaltim sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai USD14,37 miliar. Nilai tersebut tumbuh 5,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo