KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan perkebunan kelapa yang tersebar luas. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga memasok kebutuhan pangan, industri pengolahan hingga berbagai produk turunan.
Meski tersebar di banyak daerah, luas perkebunan kelapa nasional justru terus mengalami penyusutan. Sejumlah provinsi masih menjadi pusat produksi karena memiliki areal perkebunan yang jauh lebih luas dibanding daerah lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, Riau berada di posisi teratas sebagai provinsi dengan areal perkebunan kelapa terluas di Indonesia. Luasnya mencapai 440,48 ribu hektare.
Baca Juga: Dua Pesan Prabowo untuk Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto Usai Pimpin Upacara HUT TNI
Riau unggul cukup jauh dari Sulawesi Utara yang menempati posisi kedua dengan luas 272,38 ribu hektare. Selanjutnya Jawa Timur memiliki areal kelapa 222,71 ribu hektare, disusul Sulawesi Tengah 219,31 ribu hektare.
Maluku Utara berada di urutan kelima dengan luas perkebunan kelapa mencapai 204,41 ribu hektare.
Jika dibandingkan, luas kebun kelapa Riau terpaut sekitar 168 ribu hektare dari Sulawesi Utara. Besarnya areal tersebut membuat Riau menjadi salah satu daerah paling dominan dalam perkebunan kelapa nasional.
Selain lima provinsi tersebut, perkebunan kelapa juga tersebar cukup luas di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi dan Maluku.
Sebaran sentra kelapa tersebut memperlihatkan bahwa komoditas ini menjadi bagian penting dari sektor perkebunan di berbagai wilayah, mulai Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku hingga Nusa Tenggara.
Luas Kebun Terus Berkurang
Di balik besarnya potensi tersebut, luas perkebunan kelapa Indonesia menghadapi tren penurunan.
Pada 2019, total areal perkebunan kelapa nasional masih sekitar 3,40 juta hektare. Setahun berikutnya, luasnya relatif tidak banyak berubah.
Namun, memasuki 2021, luas perkebunan kelapa turun menjadi sekitar 3,37 juta hektare. Penyusutan berlanjut pada 2022 menjadi sekitar 3,34 juta hektare.
Pada 2023, luas areal perkebunan kelapa kembali berkurang hingga sekitar 3,315 juta hektare.
Dengan demikian, dalam kurun empat tahun sejak 2019, Indonesia kehilangan sekitar 86,14 ribu hektare areal perkebunan kelapa. Angka tersebut setara dengan penurunan sekitar 2,5 persen.
Baca Juga: Guru Ditemukan Meninggal di Apartemen Balikpapan, Polisi Periksa CCTV dan Saksi
Penyusutan luas lahan menjadi catatan penting bagi pengembangan komoditas kelapa nasional. Namun, berkurangnya areal tidak otomatis menggambarkan perubahan produksi karena hasil panen juga dipengaruhi tingkat produktivitas setiap hektare.
Artinya, penguatan sektor kelapa tidak hanya bergantung pada mempertahankan luas perkebunan, tetapi juga peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah komoditas tersebut.
Editor : Uways Alqadrie