KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah terus berusaha memfasilitasi rekrutmen kerja dan pelatihan vokasi di tengah pergeseran kebutuhan pasar tenaga kerja lokal. Peluang kerja di sektor jasa seperti pramuniaga dan tenaga pemasaran dinilai masih tinggi, meski lowongan di sektor pertambangan dan industri pengolahan turun.
Langkah fasilitasi tersebut diwujudkan secara konkret melalui penyediaan sarana dan tempat untuk pelaksanaan seleksi calon tenaga kerja di sektor swasta. Salah satu rekrutmen terbaru yang difasilitasi menyasar bidang teknik elektrika dengan antusiasme pelamar yang cukup tinggi.
"Kita ada fasilitasi pelaksanaan tes penerimaan, teknik elektrika ada. Kita fasilitasi tempat. Kemarin yang dites itu ada 60 orang, kebutuhannya ada 20-an," sebut Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan Adamin Siregar, kemarin (19/10).
Baca Juga: Baru Dilantik, Pejabat Pemprov Kaltim Langsung Diultimatum Gubernur Rudy Mas'ud
Pihaknya menjelaskan, ketersediaan lowongan pekerjaan secara umum masih terbuka dalam jumlah besar. Kendati demikian, terdapat penurunan permintaan tenaga kerja secara nyata pada sektor pertambangan serta sektor industri turunannya di wilayah Balikpapan.
"Kalau kita lihat lowongan itu masih banyak. Cuma memang yang berkurang itu lowongan di tambang sama turunannya, pengolahan ya," jelas Adamin.
Kondisi geografis dan tata ruang Balikpapan pada dasarnya memang tidak menempatkan area pertambangan langsung di dalam wilayah kota. Banyak kantor operasional perusahaan tambang berpusat di Balikpapan, namun penempatan fisik para pekerja lapangan diarahkan ke berbagai area proyek di luar daerah.
Sebaliknya, sektor perdagangan dan jasa ritel modern justru terus menunjukkan kebutuhan tenaga kerja yang stabil dan menyerap banyak pencari kerja lokal. Jabatan kerja seperti pemasaran serta staf pramuniaga tercatat masih mendominasi pembukaan kesempatan kerja baru di berbagai pusat perbelanjaan dan distributor.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Kenaikan PBB Berpotensi Menambah Beban Pemilik Tanah
"Dan kalau yang marketing, pramuniaga, masih banyak. Apalagi ini ada pembukaan beberapa perusahaan yang kembali ke sini," ungkapnya. Seiring dengan dinamika penerimaan pegawai tersebut, petugas pengawas ketenagakerjaan juga terus bergerak aktif di lapangan untuk memantau data ketenagakerjaan.
Tim disiagakan untuk meminta laporan berkala terkait data penerimaan pegawai swasta dari berbagai badan usaha yang beroperasi di wilayah Balikpapan. Pemantauan lapangan ini juga berkaitan dengan perkembangan terkini ketenagakerjaan pada proyek strategis industri pengolahan, termasuk proyek perluasan kilang RDMP di Balikpapan.
Pemerintah daerah berupaya memastikan penyerapan tenaga kerja lokal tetap berjalan transparan dan terpantau datanya dengan akurat. Untuk merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang, program pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat umum diselenggarakan secara intensif.
Bidang-bidang pelatihan yang disediakan disusun berdasarkan data minat dan permohonan yang diajukan langsung oleh para pencari kerja lokal.
"Pelatihan yang dibutuhkan sesuai yang masuk ke kita itu banyak sebenarnya. Terkait dengan boga, perhotelan, terkait dengan digital marketing, terkait dengan kerajinan manik-manik ada juga. Dan sedang berlangsung," katanya.
Keterampilan dalam bidang kuliner atau tata boga serta perhotelan disiapkan untuk menyokong ekosistem pariwisata dan jasa akomodasi di Balikpapan. Sementara itu, keahlian pemasaran digital dan kerajinan tangan berbasis manik-manik diarahkan guna mendorong kemandirian pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif masyarakat.
Pemerintah memastikan berbagai agenda pemberdayaan tenaga kerja dan fasilitasi seleksi penerimaan ini tidak akan terhenti pada periode tahun berjalan saja. Kelangsungan pembiayaan program telah dipetakan melalui dua jalur anggaran pemerintah secara terencana.
Baca Juga: Membanggakan, Dua Wakil Kaltim Berprestasi di Kompetisi Koki Halal ISEF 2026
"Ini kan ada dua sumber pendanaan. Satu pendanaan dari APBD, itu kita tahun depan pasti lanjut. Ada pendanaan dari APBN, kita melihat kondisi nasionalnya. Tapi biasanya itu kalau dananya selalu ada," tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo