KALTIMPOST.ID - Luis Enrique dan Diego Simeone sama-sama besar namanya sebagai dua tactician top Eropa dari La Liga. Lucho, sapaan akrab Enrique, semasa menangani FC Barcelona sudah bersaing dengan Simeone yang menukangi Atletico Madrid sejak 2011.
Di Liga Champions, keduanya baru sekali bertemu. Hasilnya, Lucho dengan filosofi Luchismo-nya harus mengakui kehebatan filosofi Cholismo yang diusung Simeone. Tepatnya dalam second leg perempat final Liga Champions 2015–2016.
Saat itu, kans Lucho membawa Barca melangkah ke final dijegal Atletico dengan kekalahan dua gol tanpa balas.
Kamis (7/11) dini hari Wita, atau sewindu setelah pertemuan itu, Lucho kembali bertemu Simeone. Tidak bersama La Blaugrana, julukan Barca, melainkan bersama Paris Saint-Germain yang akan menjamu Atletico di Parc des Princes (siaran langsung beIN Sports 3/Vidio pukul 04.00 Wita).
Performa kedua tim hampir mirip. Memenangi matchday pertama fase liga Liga Champions, lalu gagal menang dalam dua matchday berikutnya. Sementara dalam dua laga terakhir, PSG maupun Atletico menyapu bersih kemenangan, mencetak 4 gol, dan sukses menorehkan nirbobol.
"Aku harap kali ini kami mampu bermain tajam karena lawan kami dikenal memiliki kekuatan di pertahanan,” kata Lucho dalam pre-match press conference kemarin seperti dilansir L’Equipe. Dalam tiga matchday sebelumnya, PSG baru mengemas 2 gol.
Atletico hanya lebih baik satu gol dengan Koke dkk mengemas 3 gol dalam tiga matchday sebelumnya. Tapi, gawang Jan Oblak, kiper Atletico, kebobolan sampai 8 gol. Termasuk salah satu yang terburuk dalam sewindu terakhir bagi klub berjuluk Los Colchoneros itu. “Kami membutuhkan DNA (Cholismo) itu lagi,” ucap Koke kepada Marca. (*)