Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Karir dan Profil Radja Nainggolan: Mantan Pemain Bhayangkara FC dan AS Roma yang Diduga Selundupkan Kokain di Belgia

Almasrifah • Selasa, 28 Januari 2025 | 11:45 WIB

Mantan pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan, diduga terlibat penyelundupan kokain di Belgia.
Mantan pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan, diduga terlibat penyelundupan kokain di Belgia.
KALTIMPOST.ID, Radja Nainggolan yang baru saja kembali ke dunia sepak bola setelah absen lebih dari setahun, kini tengah menjadi sorotan besar setelah ditangkap polisi di Belgia pada Senin (27/1/2025), terkait dugaan penyelundupan kokain.

Penangkapannya terjadi hanya tiga hari setelah ia mencetak gol dalam debutnya bersama Lokeren-Temse, klub yang bermain di divisi dua Liga Belgia.

Dalam pertandingan melawan Lierse pada 24 Januari 2025, Radja berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan sepak pojok, dan laga berakhir imbang 1-1.

Mantan pemain AS Roma, Inter Milan, dan Bhayangkara FC ini sebelumnya telah lama absen dari lapangan, dan debutnya bersama Lokeren-Temse tampaknya berjalan cukup baik.

Namun, kabar mengejutkan datang dan menghebohkan publik. Ia ditangkap karena diduga terlibat dalam penyelundupan kokain. Ini menjadi ancaman besar yang dapat merusak karier sepak bolanya.

Menurut berbagai media, Radja Nainggolan sebelumnya memang sempat terlibat dalam bisnis dengan Ibrahim Ahmadoun, seorang pengedar narkoba yang ditangkap pada 2016 di Amerika Serikat.

Mereka berdua mendirikan perusahaan yang menyediakan vila mewah dan pesawat pribadi untuk bintang sepak bola, namun kini Radja terjerat kasus hukum yang serius. Saat ini, Radja Nainggolan tengah diperiksa oleh pihak berwenang.

Biodata Radja Nainggolan

Tanggal lahir/Umur: 4 Mei 1988 (36)

Kewarganegaraan: Belgia

Tinggi: 1,77 m

Tinggi badan: 176 cm

Berat badan: 65 kg

Posisi: Gel. Tengah

Profil Radja Nainggolan

Radja Nainggolan yang dikenal dengan julukan 'Il Ninja', lahir di Antwerpen, Belgia, pada 4 Mei 1988. Ia memiliki darah campuran Belgia dan Indonesia (Batak Toba) dan dikenal dengan gaya bermain agresif serta dinamis.

Perjalanan Karir Radja Nainggolan

Karier sepak bolanya dimulai di Belgia dengan Germinal Beerschot sebelum ia pindah ke Piacenza, Italia, pada usia 16 tahun. Setelah empat musim di Piacenza, Radja bergabung dengan Cagliari pada 2010. Penampilannya yang impresif membawanya ke AS Roma pada 2014.

Di Roma, Radja menjadi kunci di lini tengah dan dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Serie A. Ia membantu Roma menjadi pesaing tangguh di liga domestik dan Eropa.

Selain sukses di level klub, Nainggolan juga memperkuat tim nasional Belgia selama delapan tahun, tampil 30 kali dan mencetak 6 gol, termasuk partisipasinya di Piala Dunia 2018, di mana Belgia meraih posisi ketiga.

Setelah meninggalkan Roma pada 2018, Nainggolan sempat bergabung dengan Inter Milan, namun kariernya di sana kurang memuaskan, dan ia lebih sering dipinjamkan kembali ke Cagliari.

Pada 2023/2024, Radja merantau ke Indonesia bersama Bhayangkara FC, meskipun klub tersebut akhirnya terdegradasi. Ia kemudian kembali ke Belgia untuk melanjutkan karier sepak bolanya.

Radja juga dikenal dengan gaya hidup yang kerap menjadi sorotan media, namun tetap dihormati sebagai pemain yang penuh dedikasi.

Keberagaman latar belakangnya menjadikannya simbol penggabungan dua budaya dalam sepak bola. Hingga 28 Januari 2025, ia berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Inter Milan pada 1 Juli 2024. (*)

Editor : Almasrifah
#radja nainggolan #bhayangkara fc #penyelundupan kokain #belgia #biodata radja nainggolan #karir radja nainggolan #Profil radja Nainggolan