KALTIMPOST.ID, BARCELONA – “Bermimpi itu boleh,” ucap Hansi Flick dengan nada optimistis usai kemenangan dramatis Barcelona atas Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Mimpi itu kini bernama treble winner — dan Barcelona sedang berada di jalur yang tepat untuk mewujudkannya.
Dengan tiket final Copa del Rey melawan Real Madrid pada 26 April dan keunggulan empat poin di puncak klasemen La Liga atas rival yang sama, satu-satunya tantangan tersisa ada di Liga Champions — trofi yang sudah lama hilang dari lemari Blaugrana.
Performa mereka di Eropa sejauh ini cukup menjanjikan. Usai melewati fase grup dengan gemilang dan menyingkirkan Benfica dengan skor telak di babak 16 besar, kini Barca bersiap menghadapi Borussia Dortmund di perempat final. Sebuah laga penuh histori, penuh pertaruhan.
Tak terkalahkan sepanjang 2025, tim muda besutan Flick terlihat sedang berada dalam performa terbaiknya. Meskipun sempat tampil sedikit melambat saat melawan Real Betis akhir pekan lalu, Barcelona tetap difavoritkan lolos ke semifinal dan melanjutkan perjalanan menuju treble ketiga dalam sejarah mereka.
Duel Ulang, Jalan Cerita Berbeda
Empat bulan lalu, Barcelona dan Dortmund pernah bentrok di fase grup. Kini mereka bertemu lagi, namun dalam situasi yang jauh berbeda.
Dortmund sudah memecat pelatih legendaris mereka, Nuri Sahin, dan menunjuk Niko Kovac sebagai pengganti. Meski performa domestik belum membaik, Kovac berhasil membawa Dortmund lolos dari playoff 16 besar melawan Lille.
Meski tak konsisten, Dortmund punya pemain-pemain berbahaya yang bisa jadi batu sandungan Barcelona. Laga ini akan dipenuhi duel individu yang bisa menentukan hasil akhir.
Duel Kunci: Raphinha vs Julian Ryerson
Raphinha sedang menggila di Liga Champions. Dengan 11 gol dan 5 assist dari 10 laga, ia menjadi senjata utama Barcelona musim ini. Apalagi, winger Brasil itu seolah punya ‘dendam pribadi’ ke klub-klub Jerman. Ia mencetak hat-trick ke gawang Bayern dan satu gol penting ke gawang Dortmund.
Namun, tantangan terberat Raphinha datang dari Julian Ryerson. Bek kanan Dortmund itu bukan hanya cepat dan kuat, tapi juga sangat cerdas dalam membaca permainan. Ia sempat absen di babak kedua pertemuan terakhir karena cedera, dan saat itulah Raphinha mencetak gol.
Kini, keduanya akan bertarung dari menit awal. Untuk Barca menang, Raphinha harus dalam mode Ballon d’Or.
Duel Kunci: Balde vs Karim Adeyemi
Karim Adeyemi pernah digoda Barcelona. Tapi ia memilih Dortmund, dan kini siap membuktikan diri di laga besar.
Meski kariernya di Dortmund masih naik-turun, kecepatannya tetap menjadi senjata mematikan. Tak hanya itu, Adeyemi juga terkenal dengan kerja kerasnya. Ia tak segan turun bertahan, bahkan menekan lawan sejak lini depan.
Alejandro Balde, bek kiri muda Barca, akan mendapat tugas berat menghadapi kecepatan dan intensitas Adeyemi. Duel ini bisa menentukan siapa yang lolos ke semifinal.
PREDIKSI LINE UP
FC Barcelona (4-2-3-1): Szczesny; Kounde, Cubarsi, Martinez, Balde; De Jong, Pedri; Yamal, Gavi, Raphinha; Lewandowski.
Pelatih: Hansi Flick
Borussia Dortmund (4-2-3-1): Kobel; Ryerson, Anton, Bensebaini, Svensson; Can, Ozcan; Adeyemi, Brandt, Beier; Guirassy.
Pelatih: Niko Kovac
Wasit: Espen Eskas (Norwegia)
Stadion: Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona
Kickoff: Rabu, 9 April 2025 – Pukul 02.00 WIB
Live Streaming: