KALTIMPOST.ID, Setelah mengakhiri petualangannya bersama Timnas Indonesia, Shin Tae yong kembali meramaikan pentas sepak bola Korea Selatan.
Pada Selasa, 5 Agustus 2025, pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu resmi ditunjuk sebagai nakhoda anyar klub papan atas K League 1, Ulsan HD FC.
Profil Ulsan HD
Klub baru STY ini bukanlah pendatang baru di kancah sepak bola Korea. Klub ini berdiri sejak 6 Desember 1983 dengan nama awal Hyundai Horang-i, yang berarti “harimau” dalam bahasa Korea.
Awalnya, markas tim berada di Incheon dan Gyeonggi, sebelum sempat berpindah ke Provinsi Gangwon, dan akhirnya menetap secara permanen di kota Ulsan pada tahun 1990.
Seiring waktu, nama klub turut mengalami perubahan. Dari Hyundai Horang-i menjadi Ulsan Hyundai FC.
Kemudian sejak 2024, mereka mengusung nama baru; Ulsan HD FC, mengikuti identitas baru dari induk perusahaan mereka, HD Hyundai Heavy Industries.
Kini, klub tersebut bermarkas di Stadion Sepak Bola Ulsan Munsu, stadion megah berkapasitas sekitar 44.000 kursi, yang kerap menjadi saksi bisu keberhasilan klub di level tertinggi Korea dan Asia.
Prestasi Ulsan HD
Baca Juga: Shin Tae-yong Terus Dielukan Penggemar Timnas Meski Dipecat, Anaknya Kecam Keputusan PSSI
Dalam perjalanan 40 tahunnya, Ulsan HD menjelma jadi salah satu tim paling sukses di Korea Selatan. Mereka telah mengoleksi 15 trofi utama, baik dari level domestik maupun internasional.
Gelar-gelar domestik:
- 5 gelar juara K League 1, terakhir diraih pada musim 2024
- Piala Liga Korea (beberapa kali, termasuk musim 1986 dan 1995)
- 1 Piala FA Korea (2017)
- Piala Super Korea
Gelar internasional:
- 2 trofi Liga Champions Asia (2012 dan 2020)
- 1 A3 Champions Cup (2006)
Menariknya, dalam dua gelar Liga Champions Asia yang mereka menangkan, Ulsan tampil tanpa menelan satu kekalahan pun.
Berkat gelar Liga Champions 2020, Ulsan mendapatkan tiket tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat.
Sayangnya, penampilan mereka kurang menggigit. Tergabung di Grup F, Ulsan harus menelan tiga kekalahan dari Borussia Dortmund, Fluminense, dan Mamelodi Sundowns, dan harus puas di posisi buncit.
Mengenal Ulsan HD
Dikenal dengan julukan “Tigers”, Ulsan HD mengusung filosofi permainan penuh determinasi, semangat pantang menyerah, dan kecepatan.
Klub ini juga dikenal luas karena sistem pengembangan pemain mudanya yang kuat dan pendekatan taktik modern yang kerap jadi inspirasi di K League.
Sepanjang sejarahnya, Ulsan banyak diperkuat oleh pemain tim nasional Korea Selatan serta deretan pemain asing berkualitas.
Manajemen klub yang profesional dan dukungan finansial dari HD Hyundai membuat Ulsan konsisten berada di papan atas, baik dalam negeri maupun di level kontinental.
Meski musim 2024 ditutup manis dengan gelar K League, perjalanan Ulsan di tahun 2025 tidak mulus. Di bawah kendali Kim Pan-gon, mereka gagal menang dalam empat laga terakhir.
Posisi mereka pun merosot ke peringkat ketujuh klasemen, terpaut 23 poin dari Jeonbuk Hyundai Motors yang memimpin klasemen.
Catatan buruk di liga ditambah dengan hasil mengecewakan di Piala Dunia Antarklub membuat manajemen kehilangan kesabaran. Kim pun resmi diberhentikan di pekan ke-24.
Kini Ulsan HD ditukangi Coach Shin Tae-yong, pelatih berpengalaman yang pernah menangani Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Setelah menghabiskan lima tahun membangun proyek sepak bola bersama Timnas Indonesia, saat ini STY kembali ke kampung halaman dan siap membangun ulang kepercayaan diri Ulsan HD.
Gaji Shin Tae Yong di Ulsan HD
Dilansir dari laman KBS, kontrak pelatih STY dikabarkan berdurasi 2 tahun 5 bulan hingga akhir tahun 2027. Lantas berapa gaji STY?
Dan, menurut sumber tersebut, besaran gaji Shin Tae yong di Ulsan HD disebut-sebut berada di tingkat tertinggi di negara tersebut. (*)
Editor : Almasrifah