Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tim Kecil, Mimpi Besar: Tanjung Verde Cetak Sejarah Lolos ke Piala Dunia 2026

Ery Supriyadi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:56 WIB

Pico, bek tengah Tanjung Verde, mengangkat banner seperti tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Pico, bek tengah Tanjung Verde, mengangkat banner seperti tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

KALTIMPOST.ID - Tak banyak negara sekecil Tanjung Verde yang mampu menembus panggung sepak bola dunia. Dengan populasi hanya 525 ribu jiwa, negara kepulauan di barat Afrika itu menulis sejarah baru di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.

Pada Senin (14/10/2025), skuad berjuluk Hiu Biru ini memastikan tiket ke Kanada-Amerika Serikat-Meksiko usai menaklukkan Eswatini 3-0 di Estadio Nacional de Cabo Verde, Praia. Hasil itu menempatkan mereka sebagai juara Grup D, mengungguli raksasa seperti Kamerun dan Angola—dua tim yang sudah berpengalaman tampil di turnamen dunia.

Wakil Baru Afrika di Panggung Dunia

Tanjung Verde kini menjadi wakil keenam Afrika yang lolos ke Piala Dunia 2026, bergabung dengan Maroko, Tunisia, Mesir, Aljazair, dan Ghana. Namun, di antara mereka, hanya Tanjung Verde yang berstatus debutan. Negara kecil ini pun menjadi peserta dengan populasi paling sedikit kedua sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah Islandia pada 2018.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal, Ini Daftar 28 Negara yang Sudah Amankan Tiket Piala Dunia 2026

“Kami bangga bisa membawa kebahagiaan untuk rakyat kami. Ini persembahan bagi seluruh warga Tanjung Verde,” ujar pelatih Pedro Bubista Brito, dikutip dari The National. Kelolosan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan negara tersebut. “Kami ingin membuat mereka lebih berbahagia lagi di 2026,” tambah Bubista, yang sudah lima tahun menukangi timnas.

Kekuatan Diaspora Jadi Kunci

Kesuksesan Tanjung Verde tak lepas dari kontribusi besar para pemain diaspora. Dari 25 pemain yang dibawa Bubista, 14 di antaranya lahir dan besar di luar negeri—terutama di Portugal, Belanda, dan Prancis. Mereka antara lain Bruno Varela, Steven Moreira, Jamiro Monteiro, hingga Deroy Duarte.

Salah satunya adalah Robert Carlos Lopes alias Pico, pemain kelahiran Irlandia. “Ayah saya dari Pulau Sao Nicolau. Ia meninggalkan negara ini sejak berusia 16 tahun,” tutur Pico dalam siniar BBC Destination New Jersey. Meski datang dari berbagai belahan dunia, mereka tetap bersatu di bawah bendera biru laut. “Kami berasal dari banyak tempat, tapi kami bahagia ketika bermain bersama dan mencapai hal-hal besar,” ujarnya.

Baca Juga: Tagar #KluivertOut Menggema! Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Publik Murka di Medsos

Apakah kamu percaya, negara seluas 4 ribu kilometer persegi ini kini sejajar dengan raksasa dunia seperti Brasil dan Jerman? Tanjung Verde membuktikan: mimpi besar tidak butuh wilayah luas atau jutaan penduduk, hanya tekad dan kebersamaan. (*)

FAKTA TENTANG TANJUNG VERDE

 

Editor : Ery Supriyadi
#afrika #Yuran Fernandes #piala dunia 2026 #Tanjung Verde #diaspora