KALTIMPOST.ID - Sebuah kabar mengejutkan datang dari Brasil. Salah satu stadion paling legendaris di dunia, tempat lahirnya banyak sejarah sepak bola, kini resmi masuk daftar jual pemerintah.
Estadio Jornalista Mario Filho—lebih dikenal sebagai Estadio Maracana—akan dilego dengan harga fantastis, EUR320 juta atau sekitar Rp6,19 triliun. Langkah ini diambil setelah Komisi Konstitusi dan Keadilan Majelis Legislatif Rio de Janeiro (ALERJ) menyetujui rencana penjualan tersebut.
Keputusan itu menjadi bagian dari strategi besar pemerintah negara bagian Rio untuk mengatasi beban utang yang menumpuk.
Menurut laporan Globo Esporte, nilai utang Rio saat ini mencapai EUR1,89 miliar atau sekitar Rp36,6 triliun, dan harus dilunasi kepada pemerintah pusat sebelum 2026.
Namun, bukan hanya soal utang. Biaya perawatan stadion yang mencapai EUR160 ribu atau sekitar Rp3 miliar per pertandingan juga menjadi alasan kuat di balik keputusan ini.
“Pemerintah negara juga menanggung biaya pemeliharaan yang besar,” ujar Rodrigo Amorim, Presiden ALERJ.
Maracana, yang kini berkapasitas 73.139 penonton, dikenal sebagai “Kuil Sepak Bola Dunia”. Stadion ini pernah menjadi tuan rumah laga-laga bersejarah, termasuk final Piala Dunia 1950 dan 2014, serta upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Rio 2016.
Namun, di balik gemerlap sejarahnya, Maracana kini menghadapi babak baru: dijual untuk menyelamatkan keuangan negara bagian yang menanggung beban berat. (*)
Editor : Ery Supriyadi