KALTIMPOST.ID - Kiprah Uganda di Piala Afrika 2025 berakhir di fase grup. The Cranes gagal melaju ke babak 16 besar dan harus puas menghuni dasar klasemen Grup C setelah nirmenang dalam tiga pertandingan.
Meski tersingkir, Uganda meninggalkan satu kisah yang sulit dilupakan. Dalam laga pemungkas grup kontra Nigeria, mereka mencatat momen langka dengan memainkan tiga penjaga gawang hanya dalam waktu 11 menit.
Pertandingan yang berlangsung di Fez Stadium, Fez, Selasa (31/12/2025), diawali dengan Denis Onyango sebagai starter. Kiper sekaligus kapten berusia 40 tahun itu tetap memaksakan diri bermain meski terlihat menahan nyeri di bagian engkel sepanjang babak pertama.
Baca Juga: Soal Dana RT di Kutim, Bupati Ardiansyah Minta Tepat Sasaran dan Bisa Dipertanggungjawabkan
Onyango akhirnya ditarik keluar saat jeda pertandingan. Uganda lalu memasukkan Salim Magoola sebagai kiper pengganti untuk mengamankan gawang di paruh kedua.
Namun, malapetaka datang cepat. Magoola hanya bertahan 11 menit di lapangan sebelum diganjar kartu merah. Ia dinilai melakukan pelanggaran setelah menahan bola di luar kotak penalti.
Situasi itu memaksa Uganda melakukan pergantian darurat. Pada menit ke-57, Nafian Alionzi masuk sebagai kiper ketiga dalam laga tersebut.
Baca Juga: Tak Lagi Egois, Mahrez Jadi Kunci Sempurnanya Aljazair di Piala Afrika 2025
“Aku tidak menyangka akan mendapat kesempatan bermain,” ujar Alionzi, dikutip dari laman resmi Piala Afrika 2025.
Tiga kiper dalam 11 menit menjadi penutup pahit, sekaligus cerita unik dari perjalanan Uganda di turnamen ini. (*)
Editor : Ery Supriyadi