KALTIMPOST.ID— Arsenal berhasil menginjakkan satu kaki di final Carabao Cup atau Piala Liga Inggris setelah menumbangkan Chelsea 3-2 pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge, Kamis (15/1) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus menghancurkan laga kandang perdana manajer baru Chelsea, Liam Rosenior.
The Gunners di bawah asuhan Mikel Arteta tampil meyakinkan dan menunjukkan efektivitas tinggi, terutama lewat situasi bola mati.
Ben White membuka keunggulan Arsenal pada menit 7 melalui sundulan hasil sepak pojok Declan Rice, yang memanfaatkan kesalahan antisipasi kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Gol tersebut menegaskan kekuatan Arsenal dalam skema set-piece.
Sepanjang musim ini, pasukan Mikel Arteta telah mencetak 24 gol dari bola mati di semua kompetisi, terbanyak di antara klub-klub lima liga top Eropa.
Setelah turun minum, Arsenal menggandakan keunggulan pada awal babak kedua.
Kesalahan fatal kembali dilakukan Sanchez yang gagal mengamankan umpan silang rendah White.
Bola jatuh di kaki Viktor Gyokeres yang dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong pada menit 49.
Chelsea sempat memberi perlawanan setelah Alejandro Garnacho masuk sebagai pemain pengganti.
Winger asal Argentina itu mencetak gol pada menit ke-57 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83, menjaga asa The Blues tetap hidup.
Namun, Arsenal tetap tampil tenang. Martin Zubimendi memastikan keunggulan tim tamu lewat penyelesaian klinis pada menit ke-71 setelah menerima umpan Viktor Gyokeres.
Hasil ini membuat Arsenal menjadi favorit kuat saat menjamu Chelsea di leg kedua yang akan digelar di Emirates Stadium pada 4 Februari 2026 mendatang.
Pemenang agregat akan tampil di final Carabao Cup di Wembley, Maret nanti.
Di semifinal lainnya, Manchester City juga berhasil unggul setelah menang 2-0 atas Newcastle United pada leg pertama.(*)
Editor : Thomas Priyandoko