KALTIMPOST.ID – Pep Guardiola pernah membawa Manchester City mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-1 pada fase league Liga Champions UEFA musim ini, tepatnya pada 11 Desember 2025.
Namun, situasinya berbeda ketika kedua tim bertemu di babak 16 besar. Pada leg pertama di Estadio Santiago Bernabéu, Madrid, pekan lalu (12/3), City harus menelan kekalahan telak 0-3.
Kondisi itu memaksa Guardiola mencari comeback luar biasa saat leg kedua digelar di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (18/3) dini hari.
Baca Juga: Jeda Liga, Gelandang Persebaya Francisco Rivera Lamar Kekasih di Pantai Bali
Masalahnya, Guardiola bukan dikenal sebagai pelatih spesialis comeback di Liga Champions. Sepanjang kariernya di kompetisi tersebut, ia sudah sepuluh kali berada dalam situasi harus membalikkan keadaan setelah kalah di leg pertama.
Dari sepuluh kesempatan itu, hanya dua yang berhasil ia tuntaskan dengan comeback. Padahal, pelatih asal Spanyol tersebut telah mengoleksi tiga trofi Liga Champions.
Meski begitu, Guardiola tetap percaya diri timnya masih punya peluang.
“Jika mereka tidak percaya itu mungkin di Liga Champions, maka pulanglah. Tetaplah di rumah. Kami harus mencobanya. Apa yang harus kami takutkan,” ujar Guardiola seperti dikutip dari laman resmi klub.
Ia mengakui misi tersebut tidak mudah. Namun, menurutnya City tetap harus mencoba demi menghormati para penggemar dan kerja keras tim sepanjang musim.
Di sisi lain, City juga sedang menghadapi tekanan di kompetisi domestik. Mereka tertinggal sembilan poin dari Arsenal dalam perburuan gelar Premier League, dengan selisih poin 61-70.
Baca Juga: Negosiasi Kontrak Mandek, Ousmane Dembele Mulai Didekati Manchester City
Meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak, peluang City untuk mengejar ketertinggalan tetap tidak mudah.
Gelandang City Rodri menegaskan bahwa situasi di liga tidak memengaruhi mentalitas tim saat tampil di Liga Champions.
“Musim ini masih panjang. Kami yakin bisa mengakhirinya dengan manis,” ujar Rodri kepada Manchester Evening News.
Menurut peraih Ballon d'Or 2024 itu, timnya memilih fokus pada satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Duel dini hari nanti juga berpotensi menghadirkan rivalitas dua bomber tajam, yakni Erling Haaland dari City dan Kylian Mbappé dari Madrid.
Namun, kondisi keduanya belum sepenuhnya ideal. Haaland tercatat tidak mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir.
Baca Juga: Dulu Pesepak Bola Seksi Sekarang Duda, Douglas Luiz Pamer Pacar Baru
Sementara itu, Mbappé baru saja pulih dari cedera lutut yang membuatnya absen dalam lima laga terakhir Madrid. Pada 16 Maret lalu, penyerang yang dijuluki Donatello itu sudah kembali menjalani latihan di Valdebebas, markas latihan Real Madrid.
Terakhir kali Haaland dan Mbappé bersaing terjadi pada playoff fase knockout Liga Champions musim lalu. Saat itu, dua gol Haaland belum cukup menyelamatkan City dari kekalahan 2-3, sementara Mbappé menyumbang satu gol untuk Real Madrid. (*)
Editor : Ery Supriyadi