Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rekor Comeback Pep Guardiola di Liga Champions: Lebih Sering Gagal daripada Berhasil

Ery Supriyadi • Selasa, 17 Maret 2026 | 07:53 WIB

Tactician Manchester City Pep Guardiola dituntut menerapkan taktik jitu untuk membalas kekalahan tiga gol tanpa balas saat lawan Real Madrid di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (18/3) dini hari.
Tactician Manchester City Pep Guardiola dituntut menerapkan taktik jitu untuk membalas kekalahan tiga gol tanpa balas saat lawan Real Madrid di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (18/3) dini hari.

KALTIMPOST.ID – Misi membalikkan keadaan di leg kedua bukan hal baru bagi pelatih Pep Guardiola. Taktikus Manchester City itu sudah beberapa kali berada dalam situasi serupa sepanjang kariernya di Liga Champions UEFA.

Namun, catatan menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan. Pelatih yang dijuluki Sang Filsuf tersebut justru lebih sering gagal saat mencoba melakukan comeback setelah kalah pada leg pertama.

Pengalaman itu tidak hanya terjadi bersama Manchester City. Saat masih melatih FC Barcelona dan Bayern München, Guardiola juga beberapa kali menghadapi situasi serupa.

Hingga kini, Guardiola tercatat sudah sepuluh kali berada dalam posisi tertinggal setelah leg pertama di fase gugur Liga Champions. Dari jumlah tersebut, hanya dua kesempatan yang berhasil ia ubah menjadi comeback.

Baca Juga: Manchester City vs Real Madrid: Pep Guardiola Butuh Comeback Ajaib di Liga Champions

Salah satu yang paling diingat terjadi saat Barcelona menghadapi Arsenal pada babak 16 besar musim 2010–2011. Setelah kalah 1-2 pada leg pertama, Barcelona bangkit dan menang 3-1 pada leg kedua.

Comeback lain terjadi ketika Bayern München menghadapi FC Porto di perempat final musim 2014–2015. Bayern membalikkan kekalahan 1-3 di leg pertama dengan kemenangan telak 6-1 pada leg kedua.

Di luar dua momen tersebut, Guardiola lebih sering mengalami kegagalan.

Misalnya saat Barcelona disingkirkan Inter Milan pada semifinal 2009–2010. Setelah kalah 1-3 di leg pertama, kemenangan 1-0 di leg kedua tidak cukup membawa mereka lolos.

Kegagalan lain juga terjadi ketika Barcelona menghadapi Chelsea pada semifinal musim 2011–2012. Hasil imbang 2-2 di leg kedua membuat mereka tersingkir karena sebelumnya kalah 0-1.

Baca Juga: Jeda Liga, Gelandang Persebaya Francisco Rivera Lamar Kekasih di Pantai Bali

Situasi serupa dialami Guardiola saat melatih Bayern München, termasuk ketika menghadapi Real Madrid dan Atlético Madrid di fase semifinal.

Bersama Manchester City, upaya comeback juga beberapa kali berujung kegagalan. Di antaranya saat menghadapi Liverpool FC pada perempat final 2017–2018 serta Tottenham Hotspur pada perempat final 2018–2019.

Musim lalu, City kembali gagal membalikkan keadaan saat menghadapi Real Madrid di playoff fase knockout. Setelah kalah 2-3 di leg pertama, City kembali takluk 1-3 pada leg kedua.

Kini, Guardiola kembali dihadapkan pada tantangan serupa. Manchester City tertinggal 0-3 dari Real Madrid setelah leg pertama babak 16 besar musim 2025–2026.

Leg kedua akan digelar di Etihad Stadium. Pertanyaannya, mampukah Guardiola mematahkan tren buruk comeback-nya di Liga Champions kali ini? (*)

 

 

 

Editor : Ery Supriyadi
#manchester city #pep guardiola #real madrid #Liga Champions 2026 #comeback