KALTIMPOST.ID, LONDON – Pelatih Mikel Arteta mendesak timnya untuk memanfaatkan peluang emas saat Arsenal F.C. menghadapi Manchester City F.C. pada final Carabao Cup atau Piala Liga di Stadion Wembley Stadium, Minggu (22/3/2026).
Arteta meminta para pemain Arsenal tampil maksimal demi mengakhiri penantian trofi yang sudah berlangsung enam tahun. Ia menilai partai final menjadi momen penting bagi timnya untuk membuktikan diri.
“Kami harus menyerang trofi itu dan membawanya pulang. Di momen seperti ini, para pemain besar harus tampil dan membuat perbedaan,” ujar Arteta dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Arsenal saat ini sedang menjalani musim yang impresif. The Gunners memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City.
Selain itu, Arsenal juga masih bertahan di UEFA Champions League dan FA Cup, sehingga berpeluang meraih empat gelar sekaligus musim ini.
Namun Arteta menegaskan bahwa mencapai final saja tidak cukup. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan trofi benar-benar diraih.
“Pada akhirnya semuanya tentang apakah Anda memenangkan trofi atau tidak. Itu yang paling penting ketika sudah mencapai final,” katanya.
Sejak mengambil alih Arsenal pada 2019 setelah meninggalkan staf pelatih Pep Guardiola di Manchester City, Arteta berhasil mengubah wajah klub London tersebut.
Meski demikian, trofi besar baru sekali diraih Arsenal di era Arteta, yakni saat menjuarai FA Cup 2020.
Di sisi lain, Guardiola menilai laga final ini menjadi ujian besar bagi Manchester City yang ingin menghidupkan kembali musim mereka.
City baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan Real Madrid CF. Selain itu, mereka juga tertinggal cukup jauh dari Arsenal dalam persaingan gelar Liga Inggris.
“Bermain di Wembley selalu menjadi kehormatan dan tantangan besar bagi tim,” kata Guardiola.
Ia juga mengakui Arsenal sedang berada dalam performa luar biasa musim ini.
“Mereka tim yang luar biasa. Ini akan menjadi tantangan besar bagi kami untuk melihat sejauh mana level tim kami,” ujarnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko