KALTIMPOST.ID - Duel panas tersaji pada perempat final Liga Champions saat Real Madrid menjamu Bayern Munchen di Estadio Santiago Bernabeu, Rabu (8/4) dini hari. Laga ini bukan sekadar pertarungan dua raksasa Eropa, tetapi juga adu ketajaman dua striker terbaik saat ini: Kylian Mbappe dan Harry Kane.
Kedua pemain sama-sama tampil luar biasa di liga domestik. Mbappe memimpin daftar top skor La Liga dengan 23 gol dari 25 laga, sementara Kane lebih produktif di Bundesliga dengan 31 gol dari 26 pertandingan.
Produktivitas keduanya akan menjadi kunci dalam pertemuan krusial ini. Mbappe, yang dijuluki Donatello, dan Kane, dengan julukan HurriKane, diharapkan menjadi penentu hasil laga.
Baca Juga: Persija Kembali Kena Kartu Merah, Mauricio Souza Akui Jadi Masalah Serius
Namun, faktor kebugaran bisa menjadi pembeda. Mbappe baru saja menjalani jadwal padat bersama timnas Prancis dalam dua laga uji coba di Amerika Serikat, masing-masing melawan Brasil dan Kolombia. Ia juga tampil penuh saat Real Madrid kalah 1-2 dari RCD Mallorca pada laga terakhir La Liga.
“Saya merasa dengan lebih sering bermain, saya bisa cepat kembali ke performa terbaik,” ujar Mbappe, seperti dikutip dari Marca. Sebelumnya, ia sempat absen sekitar tiga pekan akibat cedera ligamen lutut kiri.
Di sisi lain, Kane memilih fokus pada pemulihan cedera. Ia absen membela timnas Inggris serta tidak dimainkan saat Bayern menang 3-2 atas SC Freiburg. Kondisi Kane pun masih dirahasiakan oleh tim berjuluk Die Roten tersebut.
Meski demikian, gelandang Bayern, Joshua Kimmich, optimistis Kane tetap tampil. “Saya rasa dia akan tetap bermain meskipun harus duduk di kursi roda. Jika perlu, dia akan menyeret dirinya di lapangan,” ujarnya, dikutip dari Bild.
Secara historis, duel Real Madrid melawan Bayern Munchen merupakan salah satu yang paling sering terjadi di Liga Champions. Kedua tim telah bertemu 28 kali, dengan Real unggul 13 kemenangan, sementara Bayern mengoleksi 11 kemenangan.
Tak hanya itu, Real juga sedang dalam tren positif dengan sembilan laga tanpa kekalahan melawan Bayern, dengan rincian tujuh kemenangan dan dua hasil imbang.
Dominasi tersebut juga terlihat di fase gugur. Los Merengues selalu unggul dalam empat pertemuan terakhir di babak knockout, termasuk tiga semifinal dan satu perempat final.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyadari laga ini tidak akan mudah. Ia menilai Bayern tetap menjadi lawan tangguh dengan konsistensi tinggi di kompetisi Eropa.
“Kami akan menghadapi lawan yang benar-benar tangguh. Mereka stabil di liga domestik dan selalu hadir di fase gugur Liga Champions,” ujarnya di laman resmi klub. (*)
Editor : Ery Supriyadi