Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Tiket Piala Dunia 2026 untuk Keluarga Pemain Tembus Rp52 Juta, Federasi Mulai Kelimpungan

Dwi Puspitarini • Selasa, 12 Mei 2026 | 06:24 WIB
Layar situs FIFA menampilkan hitung mundur undian tiket Piala Dunia 2026 bagi penggemar sepak bola di Mexico City, 10 September 2025. (CARL DE SOUZA/AFP)
Layar situs FIFA menampilkan hitung mundur undian tiket Piala Dunia 2026 bagi penggemar sepak bola di Mexico City, 10 September 2025. (CARL DE SOUZA/AFP)

KALTIMPOST.ID - Harga tiket Piala Dunia 2026 untuk keluarga pemain dan tamu resmi dilaporkan melonjak tajam setelah FIFA menerapkan skema harga dinamis dalam penjualan tambahan tiket.

Sejumlah federasi sepak bola peserta mengaku terkejut karena biaya pembelian tiket meningkat drastis dibandingkan harga awal yang ditawarkan setelah undian grup pada Desember 2025. Kenaikan harga ini dinilai berpotensi membebani anggaran federasi, terutama negara-negara kecil dengan dana terbatas.

Skema Harga Dinamis FIFA Picu Lonjakan Biaya Tiket

FIFA sebelumnya memberikan kesempatan kepada seluruh federasi peserta untuk membeli tiket dengan harga tetap selama enam pekan setelah undian grup Piala Dunia 2026 digelar di Washington pada 5 Desember 2025. Namun, permintaan tambahan yang dilakukan setelah Januari 2026 dikenakan sistem “adaptive pricing” atau harga dinamis.

Akibat kebijakan tersebut, harga tiket untuk keluarga pemain dan tamu resmi meningkat signifikan. Seorang petinggi federasi nasional mengaku organisasinya terkejut ketika harus membayar biaya besar untuk ratusan tiket tambahan yang diajukan belakangan ini.

Eksekutif dari federasi lain bahkan menyebut rata-rata harga tiket kini mencapai sekitar 3.000 dolar AS atau setara Rp52,2 juta per lembar. Nilai itu dianggap terlalu tinggi dan dapat memangkas anggaran operasional federasi selama mengikuti turnamen.

Meski demikian, sumber internal FIFA membantah bahwa rata-rata harga tiket federasi mencapai angka setinggi itu. FIFA juga menegaskan seluruh aturan dan ketentuan pembelian tiket sudah dijelaskan sejak awal kepada seluruh peserta.

Federasi yang membeli tiket lebih awal disebut tidak terkena dampak kenaikan harga. Sebagai contoh, The Football Association (FA) Inggris dilaporkan telah membeli seluruh jatah tiket mereka sejak Desember 2025 sehingga terhindar dari lonjakan biaya.

Federasi Kecil Diprediksi Paling Terdampak

Kenaikan harga tiket dinilai menjadi tantangan serius bagi federasi dengan kemampuan finansial terbatas. Walaupun FIFA menaikkan dana persiapan dan partisipasi dari 10,5 juta dolar AS menjadi 12,5 juta dolar AS untuk setiap peserta, banyak federasi tetap memperkirakan mereka akan mengalami kerugian selama turnamen berlangsung.

FIFA juga menyediakan tambahan dana perjalanan sebesar 16 juta dolar AS yang dibagikan kepada 48 negara peserta. Namun, bantuan tersebut dinilai belum cukup untuk menutup berbagai pengeluaran selama Piala Dunia berlangsung, termasuk kebutuhan tiket keluarga pemain dan tamu resmi.

Di sisi lain, tingginya minat publik terhadap Piala Dunia 2026 menjadi alasan FIFA mempertahankan kebijakan harga dinamis. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan ada sekitar 500 juta permintaan tiket yang masuk untuk turnamen tersebut.

Baca Juga: Argentina Rilis Skuad Sementara Piala Dunia 2026: Messi Jadi Andalan tapi 6 Pahlawan Edisi 2022 Dicoret

Ia menyebut sebagian besar tiket yang telah dilepas ke publik sudah habis terjual. Menurut FIFA, harga tiket yang tinggi masih dianggap sesuai dengan standar acara olahraga premium di Amerika Serikat.

Harga Tiket Resale Justru Lebih Murah

Kontroversi semakin besar setelah muncul fakta bahwa harga tiket di platform resale resmi FIFA untuk beberapa pertandingan justru lebih murah dibandingkan harga di penjualan utama.

Sebagai contoh, tiket kategori satu laga pembuka tuan rumah Amerika Serikat melawan Paraguay di Los Angeles dijual seharga 2.735 dolar AS di situs resmi FIFA. Namun, tiket serupa sempat tersedia di platform resale dengan harga sekitar 1.300 dolar AS.

Walaupun lebih murah, FIFA tetap mengambil komisi sebesar 15 persen dari pembeli dan penjual dalam setiap transaksi resale tersebut.

Di luar platform resmi FIFA, tren harga tiket di sejumlah marketplace lain juga mulai menurun. Data TicketData.com menunjukkan tiket termurah untuk 87 dari 91 pertandingan di Amerika Serikat dan Kanada mengalami penurunan harga dalam dua pekan terakhir.

Kebijakan harga tiket FIFA bahkan mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengkritik mahalnya tiket laga pembuka tim nasional negaranya.

"Saya tidak akan membayar sebesar itu," kata Trump.

Sementara itu, kepala gugus tugas Piala Dunia bentukan Trump, Andrew Giuliani, justru mendukung kebijakan FIFA.

"Kami benar-benar tidak percaya pada kontrol harga," ujar Giuliani kepada Financial Times.

Meski menuai kritik dari berbagai pihak, FIFA hingga kini tetap mempertahankan sistem harga dinamis untuk penjualan tiket tambahan Piala Dunia 2026.***

Editor : Dwi Puspitarini
#harga tiket Piala Dunia 2026 #adaptive pricing #federasi sepak bola #piala dunia 2026 #fifa