KALTIMPOST.ID, PARIS - Paris Saint-Germain memiliki peluang besar mencatat sejarah baru di Liga Champions musim ini. Les Parisiens berkesempatan menyamai pencapaian Real Madrid CF sebagai klub yang mampu mempertahankan gelar di era Liga Champions modern.
Sejak format Liga Champions digunakan pada 1992, hanya Real Madrid yang berhasil meraih gelar secara beruntun. Bahkan, El Real pernah juara tiga musim berturut-turut pada 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018.
Kini, PSG berpeluang mengikuti jejak klub raksasa Spanyol tersebut. Setelah menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim 2024/2025, PSG kembali melaju ke final musim ini.
Baca Juga: Gubernur Rudy Mas’ud Apresiasi Kerja Jurnalistik lewat Bantuan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim
Di partai puncak, klub asal Paris itu akan menghadapi Arsenal FC di Puskás Aréna, Minggu (31/5) dini hari Wita.
Bek kanan PSG, Achraf Hakimi, menegaskan status juara bertahan justru menjadi motivasi tambahan bagi timnya.
“Status sebagai juara bertahan itu bukan sebuah tekanan, melainkan tanggung jawab dan motivasi,” ujar Hakimi seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga mengakui atmosfer juara musim lalu masih terasa kuat di ruang ganti timnya.
Menurut pria yang akrab disapa Lucho itu, target PSG saat ini bukan sekadar mempertahankan trofi, tetapi menciptakan sejarah baru bagi klub.
“Bedanya, ini bukan lagi tentang memenangi Liga Champions. Namun, tentang mencatat sejarah baru bagi klub ini,” kata Luis Enrique kepada L’Equipe.
Kepercayaan diri PSG semakin tinggi karena mayoritas skuad musim lalu masih dipertahankan. Perubahan terbesar hanya terjadi di posisi penjaga gawang setelah Gianluigi Donnarumma hengkang ke Manchester City FC.
Sebagai pengganti, PSG diperkirakan menurunkan Matvey Safonov di final ketimbang rekrutan anyar Lucas Chevalier.
Selain memburu trofi, laga final ini juga bisa menjadi panggung penting bagi Ousmane Dembele dalam persaingan Ballon d’Or.
Penyerang PSG tersebut membuka peluang meraih penghargaan pemain terbaik dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
“Sejauh ini kondisiku baik-baik saja. Aku siap untuk memenangi Liga Champions lagi,” ujar Dembele kepada Foot Parisien.
Sementara itu, Arsenal datang ke final dengan modal positif. Pelatih The Gunners, Mikel Arteta, baru saja dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Premier League 2025/2026.
Arteta menjadi pelatih Arsenal pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak era Arsène Wenger pada musim 2003/2004.
Meski demikian, Arteta menegaskan penghargaan individu itu belum cukup memuaskan dirinya.
“Aku ingin merasakan kesuksesan lain di Budapest,” tegas Arteta kepada Sky Sports. (*)
Editor : Ery Supriyadi