KALTIMPOST.ID - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3. Pertandingan final yang berlangsung ketat berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu sebelum PSG memastikan kemenangan dari titik putih. Seusai laga, gelandang PSG Joao Neves melontarkan sindiran terhadap strategi Arsenal yang dinilainya terlalu bertahan sepanjang pertandingan.
Menurut statistik pertandingan, Arsenal unggul lebih dulu melalui gol cepat Kai Havertz. Namun setelah itu, tim asal Inggris tersebut lebih banyak bertahan dan membiarkan PSG menguasai jalannya laga. PSG tercatat menguasai 75 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 percobaan tembakan, sementara Arsenal hanya memiliki 25 persen penguasaan bola dengan tujuh percobaan sepanjang pertandingan.
Joao Neves Sebut PSG Satu-satunya Tim yang Ingin Bermain
Joao Neves menilai PSG pantas keluar sebagai juara karena tampil lebih dominan dan berusaha mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir pertandingan. Pemain asal Portugal itu bahkan menyindir pendekatan yang diterapkan Arsenal pada partai puncak tersebut.
"Kami pantas mendapatkannya pada hari ini, karena PSG hanya satu-satunya tim yang niat bermain, " ujar Neves yang dilansir dari Detik Sport.
Baca Juga: PSG Samai Rekor Langka Real Madrid, Tak Banyak Klub yang Bisa Melakukannya
Pernyataan tersebut menunjukkan kepuasan Neves terhadap performa timnya yang terus menekan sepanjang laga. Meski Arsenal sempat unggul lebih dahulu, PSG tetap mampu menjaga ritme permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan sebelum memenangkan pertandingan melalui adu penalti.
Neves juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari skuad PSG yang kembali mencatat sejarah di kompetisi tertinggi antarklub Eropa. Ia menilai kebersamaan pemain, staf pelatih, dan manajemen menjadi faktor penting di balik kesuksesan tim musim ini.
"Bukan cuma kemenangannya yang membuatku senang, tapi bermain dengan rekan-rekan setim seperti ini, staf, dan manajemen ini. Aku sangat menyukai segalanya di sini. Aku sangat senang untuk tim ini, untuk semua yang sudah kami lakukan di musim ini," umgkapnya
PSG Masuk Daftar Klub Elite Liga Champions
Keberhasilan mengalahkan Arsenal membuat PSG mempertahankan gelar Liga Champions yang diraih pada musim sebelumnya. Prestasi tersebut menempatkan klub asal Prancis itu ke dalam kelompok elite klub Eropa yang mampu menjuarai kompetisi ini secara beruntun.
Baca Juga: PSG Juara Liga Champions 2025/2026, Arsenal Tumbang Saat Detik Paling Menentukan
PSG menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan trofi Liga Champions sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2016, 2017, dan 2018. Pencapaian tersebut semakin menegaskan posisi PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.
Bagi Joao Neves, mempertahankan gelar justru menjadi tantangan yang lebih berat dibandingkan saat meraihnya untuk pertama kali. Ia mengakui bahwa tekanan dan kelelahan sepanjang musim sangat besar, tetapi seluruh pemain mampu mengabaikan hal tersebut ketika tampil di laga final.
"Ini lebih sulit karena kami harus mempertahankan titel juara kami. Memang ada rasa lelah yang besar, tapi ketika Anda bermain di final Anda harus melupakan semuanya dan memberikan segala-galanya," ucap pemain internasional itu.
Kesuksesan ini menjadi penutup sempurna bagi musim PSG. Selain mempertahankan gelar Liga Champions, klub tersebut juga menunjukkan konsistensi permainan yang membuat mereka kembali berdiri di puncak sepak bola Eropa. Sementara itu, Arsenal harus puas menjadi runner-up meski sempat unggul lebih dahulu dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.***
Editor : Dwi Puspitarini