6 Drama Konyol Sepanjang Sejarah Bikin Pesepak Bola Mogok Main, Ada yang Ribut Gara-gara Kue

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:47 WIB
Yaya Toure hingga Cristiano Ronaldo pernah terlibat drama sepak bola dan dikaitkan dengan keputusan tidak bermain karena alasan yang tak biasa. (AP Photo)
Yaya Toure hingga Cristiano Ronaldo pernah terlibat drama sepak bola dan dikaitkan dengan keputusan tidak bermain karena alasan yang tak biasa. (AP Photo)

KALTIMPOST.ID - Alasan konyol pesepak bola ternyata pernah mewarnai dunia sepak bola. Sejumlah pemain bintang bahkan pernah terlibat konflik dengan klub atau tim nasional hingga menolak bermain.

Pesepak bola mogok bermain biasanya dikaitkan dengan masalah kontrak, cedera, atau keputusan pelatih. Namun, beberapa kasus justru dipicu persoalan yang terdengar sepele, mulai dari kue ulang tahun hingga gaya rambut.

Drama tersebut melibatkan sejumlah nama besar. Yaya Toure, Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, William Gallas, Hatem Ben Arfa, dan Fernando Redondo pernah terseret persoalan yang membuat hubungan mereka dengan klub atau tim nasional menjadi sorotan.

Baca Juga: Rupiah Tancap Gas Kamis Pagi Ini, Menguat ke Level Rp17.871 per Dolar AS

Berikut enam drama sepak bola dengan alasan yang terbilang tidak biasa.

1. Yaya Toure

Nama Yaya Toure pernah menjadi pusat perhatian setelah muncul persoalan mengenai perayaan ulang tahunnya di Manchester City pada 2014.

Saat itu, agen Toure, Dimitri Seluk, mengkritik klub karena dianggap tidak memberikan perhatian yang layak kepada pemain asal Pantai Gading tersebut.

Seluk bahkan membandingkan perlakuan Manchester City terhadap Toure dengan Roberto Carlos ketika memperkuat Anzhi.

Toure kemudian membenarkan pernyataan agennya melalui media sosial. Ia disebut kecewa karena hanya mengharapkan ucapan selamat dan sebuah kue dari klub.

Kasus tersebut kemudian dikenal sebagai "cake-gate" dan menjadi salah satu alasan konyol pesepak bola yang paling dikenang.

2. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo juga pernah dikaitkan dengan keputusan untuk tidak tampil karena persoalan internal klubnya di Arab Saudi.

Ronaldo disebut kecewa dengan kualitas skuad yang tersedia dan berharap klub mendatangkan lebih banyak pemain bintang. Ia ingin tim memiliki kekuatan lebih besar untuk bersaing di level tertinggi.

Meski berada di klub dengan sejumlah pemain terkenal, Ronaldo tetap dikabarkan tidak puas dengan kondisi skuad dan sempat tidak tampil dalam beberapa pertandingan.

Drama Ronaldo juga dikaitkan dengan Timnas Portugal. Ia disebut enggan bermain ketika Jorge Jesus menjadi pelatih.

Baca Juga: PMK 71/2026 Bawa 7 Perubahan Baru, Wajib Pajak Perlu Cek Isinya

3. Carlos Tevez

Carlos Tevez pernah terlibat kontroversi saat Manchester City menghadapi Bayern Munchen di Liga Champions 2011/2012.

Tevez disebut menolak kembali melakukan pemanasan ketika diminta bersiap masuk ke pertandingan. Sebelumnya, ia telah melakukan pemanasan sekitar 20 hingga 25 menit.

Joe Hart kemudian mengungkap kejadian tersebut. Tevez disebut merasa tubuhnya sudah panas sehingga tidak perlu melakukan pemanasan lagi.

Namun, Tevez membantah sengaja menolak bermain dan menyebut ada persoalan penerjemahan dalam insiden tersebut.

Manchester City tetap memberikan hukuman. Tevez kemudian menjalani masa pengasingan dari skuad dan sempat kembali ke Argentina.

4. William Gallas

Kasus William Gallas dengan Chelsea tergolong jauh lebih serius.

Bek asal Prancis tersebut disebut menolak bermain ketika Chelsea sedang mengalami masalah di lini belakang. Situasinya menjadi rumit karena beberapa pemain bertahan tidak tersedia, sementara John Terry juga diragukan tampil akibat cedera.

Chelsea kemudian mengungkap bahwa Gallas bahkan disebut mengancam bisa mencetak gol bunuh diri, mendapatkan kartu merah, atau melakukan kesalahan dengan sengaja jika dipaksa bermain.

Kasus tersebut menunjukkan bagaimana konflik pemain dan klub bisa berkembang menjadi drama sepak bola yang sulit diprediksi.

Baca Juga: Akhirnya! Penyebab Pikun Mulai Terungkap, Ilmuwan Temukan Cara Pulihkan Memori

5. Hatem Ben Arfa

Hatem Ben Arfa juga memiliki cerita singkat dan penuh drama ketika dipinjamkan ke Hull City pada musim 2014/2015.

Pemain asal Prancis itu hanya sembilan kali tampil untuk Hull. Salah satu momen yang paling disorot terjadi ketika timnya kalah 0-3 dari Manchester United.

Ben Arfa tampil sekitar 35 menit sebelum ditarik keluar. Setelah pertandingan, ia kembali ke Prancis dan tidak lagi bermain untuk Hull City.

Manajer Hull saat itu, Steve Bruce, kemudian memastikan Ben Arfa tidak akan kembali memperkuat klub.

Meski demikian, kariernya kembali mendapat perhatian setelah bersinar bersama Nice sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain.

6. Fernando Redondo

Fernando Redondo menutup daftar dengan kisah yang tidak kalah menarik.

Gelandang Argentina itu tidak masuk skuad Piala Dunia 1998 setelah berselisih dengan pelatih Daniel Passarella. Salah satu persoalan yang mencuat adalah permintaan agar Redondo memangkas rambutnya.

Redondo menolak permintaan tersebut. Ia menganggap rambut merupakan bagian dari kepribadiannya.

Konflik itu membuat Redondo tidak memperkuat Argentina di Piala Dunia 1998. Ia hanya tampil pada Piala Dunia 1994.

Sebelumnya, Redondo juga pernah memilih tidak tampil untuk Argentina di Piala Dunia 1990 karena merasa hanya akan menjadi pemain pelapis dan memilih berkonsentrasi pada kuliahnya di bidang hukum.

Dari Kue hingga Rambut

Deretan kasus tersebut menunjukkan bahwa pesepak bola mogok bermain tidak selalu dipicu persoalan besar di dalam pertandingan.

Ada yang bermula dari perhatian klub terhadap ulang tahun pemain, ketidakpuasan terhadap skuad, perselisihan saat pertandingan, hingga persoalan penampilan pribadi.

Bagi klub dan pemain, persoalan kecil bisa berubah menjadi konflik besar ketika sudah masuk ke ruang publik. Itulah yang membuat kisah Yaya Toure, Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, William Gallas, Hatem Ben Arfa, dan Fernando Redondo tetap menarik untuk dibicarakan.***

Editor : Dwi Puspitarini
drama sepak bola mogok main yaya toure cristiano ronaldo