Dampak Komentar Kontroversial, Sponsor Tiongkok Ramai-Ramai Putus Kontrak Kylian Mbappe

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 20:35 WIB
Kylian Mbappe menyatakan dalam siniar The Bridge bahwa salah satu meme favoritnya adalah Mao Zedong. (MARCA)
Kylian Mbappe menyatakan dalam siniar The Bridge bahwa salah satu meme favoritnya adalah Mao Zedong. (MARCA)

 

KALTIMPOST.ID, MADRID - Kylian Mbappe kini menghadapi konsekuensi finansial serius setelah komentar kontroversialnya mengenai pemimpin Tiongkok memicu reaksi keras di negara tersebut. Sejumlah merek besar asal Tiongkok dilaporkan mulai memutuskan hubungan kerja sama bisnis dengan bintang Real Madrid tersebut.

Ketegangan ini bermula saat Mbappe tampil dalam siniar The Bridge. Dalam kesempatan itu, ia menyebut salah satu meme favoritnya adalah diktator Tiongkok tanpa secara eksplisit menyebut nama Mao Zedong.

Pernyataan tersebut memicu gelombang boikot dari stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV. Sejak Senin (26/10) pekan lalu, CCTV memutuskan untuk tidak menayangkan pertandingan LALIGA yang melibatkan Real Madrid maupun klub lainnya.

Baca Juga: Dua Hari Keliling Pesisir Utara, Gubernur Rudy Mas’ud Tinjau Jalan Provinsi hingga KEK Maloy

Otoritas LALIGA mengonfirmasi bahwa siaran liga tidak lagi muncul di jadwal resmi CCTV. "Tidak ada satu pun dari lima pertandingan yang tercantum dalam jadwal resmi mereka yang ditayangkan pada Jumat dan Sabtu," tulis kantor berita EFE mengutip pernyataan otoritas LALIGA.

Meski Mbappe telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya, langkah mitigasi tersebut belum mampu meredam kekecewaan publik. Presiden LALIGA, Javier Tebas, bahkan telah mengirimkan surat resmi kepada pihak CCTV untuk memulihkan hubungan siaran, namun tindakan tersebut belum membuahkan hasil.

Saat ini, hanya platform streaming Migu yang masih menayangkan pertandingan LALIGA di wilayah Tiongkok. Di luar aspek penyiaran, situasi ini berdampak langsung pada nilai komersial sang pemain di pasar Asia.

Baca Juga: Jurusan Teknik Kimia Polnes Latih Bubuhan UMKM Produsen Amplang/Kripik di Bukuan-Palaran

Satu per satu perusahaan Tiongkok yang sebelumnya menjalin kerja sama dengan Mbappe dilaporkan memilih untuk menarik diri. Kehilangan dukungan dari pasar Tiongkok merupakan pukulan finansial yang signifikan bagi kapten tim nasional Prancis tersebut.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi para atlet profesional mengenai sensitivitas politik dan pengaruhnya terhadap karier di luar lapangan hijau. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Mbappe belum memberikan pernyataan lebih lanjut terkait kelanjutan kesepakatan bisnis yang terdampak. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Mao Zedong tiongkok laliga real madrid kylian mbappe