KALTIMPOST.ID BALIKPAPAN – Pertandingan di pekan ke-16 Liga 1 tentu tidak akan mudah bagi Borneo FC Samarinda. Skuad berjuluk Pesut Etam itu akan bertandang ke Gelora Bung Tomo, markas Persebaya Surabaya, Jumat (20/12).
Saat ini, Persebaya memuncaki klasemen sementara. Catatan yang dimiliki pun terbilang luar biasa. Dari 15 pertandingan, tim berjuluk Green Force itu sukses unggul di 10 laga, 4 seri, dan sekali mengalami kekalahan dengan mengemas 34 poin.
Di sisi lain, Borneo FC telah meraih 7 kemenangan, 5 imbang, dan 3 kekalahan. 26 poin berhasil dikumpulkan. Hasil yang tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan performa Pesut Etam musim lalu.
Kendati begitu, klub asal Samarinda ini baru saja merayakan kemenangan besarnya atas Madura United di Stadion Batakan, Balikpapan (14/12). Pada laga kandang tersebut, Pesut Etam mencetak lima gol ke gawang lawan.
Pelatih Borneo FC Samarinda Pieter Huistra pun memuji penampilan para pemain, khususnya lini serang. Selain itu, barisan pertahanan juga mampu membendung serangan lawan dengan baik.
Pertandingan tersebut berjalan sangat dominan bagi tuan rumah. Terlebih, empat gol berhasil didapat pada babak pertama. Hal ini tentu saja menarik perhatian, dan dinilai Pesut Etam membuat starting eleven yang sangat baik.
“Di babak pertama, mencetak gol pertama kemudian ada lebih banyak peluang di lapangan dan hal menjadi lebih mudah. Kami menciptakan banyak sekali peluang, dan bisa membuat empat buah gol,” jelasnya.
Meski begitu, Huistra mengaku tak ingin gegabah perihal starter saat menghadapi Persebaya. Juru taktik asal Belanda itu mengaku tetap harus teliti.
Pasalnya, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jelang pertandingan. Pemain bisa saja sakit, atau mungkin mempunyai masalah pribadi.
“Saya telah belajar untuk tidak memprediksi suatu hal terlalu dini mengenai keputusan seperti ini (starting eleven). Tapi bagus melihat kami tak mempunyai akumulasi untuk menghadapi Persebaya. Jadi ini adalah pertandingan besar bagi kami dan tim lawan,” tuntasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi