Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lebih Dekat dengan Jacksen F Tiago (1); Pilih Pensiun dari Pelatih Profesional, Ingin Tetap Berkontribusi untuk Sepak Bola

Doni Aditya Haryono • Kamis, 23 Januari 2025 | 21:30 WIB
Jacksen F Tiago belum tertarik kembali melatih klub sepak bola profesional.
Jacksen F Tiago belum tertarik kembali melatih klub sepak bola profesional.

KALTIMPOST.ID - Jacksen F Tiago memutuskan untuk tidak lagi melatih klub Liga 1. Padahal usianya baru 56 tahun. Usia yang masih terbilang produktif untuk ukuran pelatih. Namun, pria berkebangsaan Brasil itu sudah membulatkan tekad tak ingin lagi melatih di level klub.

Kaltim Post berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan pria yang kini menjabat sebagai direktur Akademi Borneo FC tersebut, di Borneo FC Training Center, Samarinda, Rabu (22/1) malam.

KP: Hallo coach, apa kabar?

JFT : Hallo bang, alhamdulillah. Kabar baik seperti yang Anda lihat.

 

KP: Coach terlihat menikmati sekali peran baru di Borneo FC?

JFT: Saya sangat happy setiap melihat anak-anak bermain sepak bola (sembari menunjuk ke arah anak-anak Borneo Soccer School berlatih). Menyenangkan selalu melihat pemandangan ini setiap hari.

 Baca Juga: Rakor-Raker KONI Kaltim: Bedah Kekurangan, Satukan Pemikiran

KP: Coach, mengapa Anda tertarik dengan sepak bola usia dini, apakah Anda sudah tidak ingin menjadi pelatih di level klub profesional di Indonesia, padahal usia coach masih produktif?

JFT: Ya, sejak memasuki usia 55 tahun, saya sudah memutuskan untuk pensiun dari pelatih. Ada banyak pertimbangan tentunya. Tapi pertimbangan terbesar saya adalah keluarga. Menjadi pelatih di Indonesia tidak mudah, ketika Anda berhasil, Anda akan dipuji setinggi langit. Tapi ketika gagal, saat ini netizen begitu mudah menyerang kita dengan pendapat mereka.

Saya tidak masalah jika saya yang diserang, tapi terkadang mereka menyerang keluarga saya. Itu saya tidak bisa terima. Itu alasan utama saya. Kemudian alasan lain adalah saya sudah mendapatkan semua  sebagai pemain dan pelatih. Penghargaan dan materi saya sudah dapatkan. Dan sekarang saya tidak sepenuhnya berhenti, saya tetap berkecimpung di sepak bola usia dini, saya ingin punya kontribusi untuk sepak bola Indonesia.

 

KP: Lantas mengapa memilih Borneo FC?

JFT: Ceritanya panjang sekali, tapi ini semua berkaitan dengan presiden klub Nabil Husien Said Amin. Dia masih muda, tapi saya anggap dia teman saya.

Sebenarnya saat memutuskan pensiun, saya ada sedikit pendapatan selama saya melatih. Saya coba hubungi bos Nabil, untuk meminta bantuan terkait bisnis (di luar sepak bola).

Tapi setelah dia telepon saya Januari tahun lalu, dia justru menawarkan proyek di akademi Borneo FC. Dan seperti yang Anda lihat, saya ada di sini saat ini bersama anak-anak hebat akademi Borneo FC.

 

KP: Bagaimana kelanjutan bisnis di luar sepak bola tersebut?

JFT: Lupakan saja, itu bagian lain saat ini, haha.

 

KP: Coach sudah satu tahun di Samarinda, apa pendapat Anda dengan kota ini?

JFT: Saya sangat senang bisa berada di sini (Samarinda). Kotanya nyaman, masyarakatnya ramah. Saya tidak kesulitan adaptasi di sini, dan saya tidak pernah masalah tinggal di kota manapun di Indonesia.

Saya sudah jelajahi semua sewaktu saya menjadi pemain dan pelatih. Jadi semua tidak ada masalah, saya senang di sini.

 Baca Juga: Jersey Baru Timnas Indonesia Bikin Iri Netizen Malaysia: Sabar Pak Cik

KP: Apa rencana coach ke depan di akademi Borneo FC?

JFT: Saya ingin membuat kompetisi usia dini dari umur 10-15 tahun. Ini salah satu cita-cita presiden klub Nabil Husien bersama saya. Bos Nabil ingin agar putra-putri Kaltim bisa bersaing dengan daerah lain untuk masuk timnas.

Saat ini harus diakui tidak banyak anak Kaltim yang bermain untuk timnas. Bukan karena anak Kaltim jelek, tapi karena di sini mereka minim menit bermain. Lewat kompetisi ini nantinya mereka akan mendapatkan banyak menit bermain.

Dan itu yang dilakukan di Jawa, mereka punya banyak kompetisi resmi sehingga mereka terbiasa dengan permainan secara tim.

Di sini hanya banyak turnamen, itu bagus tapi tidak cukup untuk memberikan pengalaman kepada pemain muda. (bersambung)

Editor : Ery Supriyadi
#nabil #jacksen f tiago #borneo fc