KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) diingatkan untuk tidak hanya berfokus pada naturalisasi pemain keturunan dalam memperkuat Timnas Indonesia. Pembinaan talenta lokal harus tetap menjadi prioritas agar regenerasi atlet terus berlanjut.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah selalu mendukung program federasi olahraga, termasuk PSSI, selama program tersebut memang membawa manfaat bagi kemajuan cabang olahraga.
"Setiap federasi memiliki program masing-masing. Pemerintah hanya memberikan dukungan selama itu baik untuk perkembangan olahraga nasional," ujar Taufik kepada wartawan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Taufik menambahkan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan naturalisasi pemain, namun mengingatkan pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi talenta lokal untuk berkembang dari jenjang junior hingga senior.
"Naturalisasi bukan masalah, tapi regenerasi atlet juga harus dijaga. Jangan sampai pemain lokal kehilangan kesempatan," tegasnya.
Mantan peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, masa kepengurusan PSSI bisa berganti setiap empat atau delapan tahun, tetapi keberlanjutan pemain lokal harus tetap dijaga untuk masa depan sepak bola nasional.
Saat ini, sejumlah pemain naturalisasi memperkuat Timnas Indonesia, termasuk Maarten Paes, Mess Hilgers, Jay Idzes, Jordi Amat, Sandy Walsh, Kevin Diks, Rafael Struick, Emil Audero, dan lainnya.
Taufik berharap di tengah euforia kemenangan Timnas, PSSI tetap memperhatikan pembinaan pemain lokal agar regenerasi atlet tidak terhenti.(*)
Editor : Thomas Priyandoko