KALTIMPOST.ID, - Baru juga akan mengawali Divisi Championship 2025/2026, situasi tidak menguntungkan harus dialami oleh Persiba Balikpapan.
Ya, dalam pertandingan perdana melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada Senin (15/9/2025), laga tersebut akan berlangsung tanpa penonton.
Selain jelas akan merugikan PSS Sleman sebagai tuan rumah karena tidak bisa dihadiri oleh para pendukungnya, skuad Beruang Madu juga akan bermain tanpa atmosfer pertandingan seperti pada umumnya.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Laga Persita Bungkam PSM Makassar 2-1 di Super League
Rupanya, penyebab laga tanpa penonton in iadalah sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada PSS Sleman akibat pelanggaran musim lalu.
Tepatnya ketika Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman, menjamu Persija Jakarta pada 17 Mei 2025.
Dalam laga tersebut, smoke bomb dan flare menyala di area dalam stadion. Akibatnya, laga terpaksa dihentikan selama 30 menit.
Komdis PSSI kemudian menjatuhi sanksi dua laga home tanpa penonton bagi PSS Sleman.
Meskipun PSS Sleman terdegradasi dari Liga 1 (kini Super League) ke Divisi Championship (dulu Liga 2), hukuman tersebut tetap berlaku.
Selain laga tanpa penonton saat menjamu Persiba Balikpapan, hal demikian juga berlaku saat PSS Sleman menyambut Deltras FC pada Senin (29/9/2025).
Executive Representative PSS, Vita Subiyakti mengaku laga tanpa penonton merupakan sanksi yang harus ditanggung oleh klub.
Dia pun meminta suporter ikut menghormati keputusan.
"Meskipun tidak dapat hadir langsung di stadion, dukungan penuh dan semangat dari para suporter tetap sangat diharapkan melalui berbagai cara positif," kata Vita seperti dikutip dari Jawa Pos.
Ia juga berharap suporter bisa mengambil banyak pelajaran dari sanksi yang diberikan Komdis tersebut.
"Jangan sampai kejadian serupa terlang di masa mendatang," harapnya.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko