KALTIMPOST.ID, SLEMAN — Laga menarik tersaji sore ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, ketika PSBS Biak menantang Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 1 2025/2026. PSBS vs Persebaya akan berlangsung pukul 15.30 WIB.
Duel ini tak sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi momen emosional bagi pelatih PSBS, Divaldo Alves.
Pelatih asal Portugal itu pernah mengarsiteki Persebaya pada 2011–2012 dan masih menyimpan kenangan mendalam bersama Green Force, julukan Persebaya.
“Di dalam hati saya, masih ada Persebaya. Saya merasa hijau adalah warnaku, dan Persebaya adalah rumahku,” ujarnya.
Meski begitu, Divaldo menegaskan bahwa kali ini profesionalisme harus diutamakan.
“Kami harus menang. Karena bagi PSBS, ini laga yang sangat penting,” tegas eks pelatih Persik Kediri tersebut.
Secara statistik, PSBS memang sedang dalam tren negatif. Dari tiga laga terakhir, Laskar Cenderawasih hanya meraih satu poin, kebobolan enam gol, dan baru mencetak satu gol.
Situasi itu membuat mereka terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara dengan lima poin. Namun, Divaldo mencoba menularkan optimisme pada anak asuhnya.
“Mental pemain sempat drop, tapi kami sudah berbenah. Kami targetkan empat poin dari dua laga ke depan, termasuk lawan Persebaya,” ucapnya.
Menariknya, Divaldo justru melihat peluang besar untuk mencuri poin. Ia menilai Persebaya sedang tidak dalam kondisi terbaik setelah kalah 1-3 dari Persija Jakarta di Gelora Bung Tomo, pekan lalu.
“Saya tahu beberapa pemain mereka masih absen. Jadi, peluang masih fifty-fifty,” kata pelatih berusia 47 tahun itu.
Dengan bekal analisis dan pengalaman melatih di berbagai klub Indonesia, Divaldo memastikan PSBS akan tampil lebih disiplin, terutama dalam transisi bertahan. “Kedua tim punya masalah yang mirip. Siapa yang paling efektif memanfaatkan peluang, dialah yang akan menang,” pungkasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko