KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kekalahan Persiba Balikpapan atas PSIS Semarang memang sulit diterima pendukungnya. Selain dikalahkan juru kunci di Stadion Batakan, sebelumnya Persiba bahkan sukses menaklukkan PSIS pada laga tandang di putaran pertama dengan skor 2-1.
Kekalahan atas Laskar Mahesa Jenar ini juga memperpanjang puasa kemenangan Persiba pada lima pertandingan terakhir. Kali terakhir Persiba merasakan kemenangan adalah saat mengalahkan Persiku Kudus 3-0 pada 26 Oktober lalu.
Untuk itu, Pelatih Persiba Balikpapan Muhammad Nasuha menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Balikpapan dan suporter setelah timnya kembali gagal meraih kemenangan pada laga kandang.
“Pertama-tama saya mengucapkan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Balikpapan dan kepada tim. Sebenarnya kami sangat menguasai pertandingan, tapi ada satu kesalahan, satu peluang, dan mereka bisa mencetak gol,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengakui hasil ini juga disebabkan para pemain yang gagal memanfaatkan peluang. Yang disebut jadi faktor utama Persiba tak mampu memetik kemenangan pada laga ini.
“Semua pemain sebenarnya bermain baik, tetapi setelah ada pergantian, mungkin ada yang kurang siap sehingga kami kecolongan,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, fokus yang buyar setelah pergantian pemain, juga membuat tim kecolongan. Hal itu yang dimanfaatkan oleh tim lawan dan berbuah gol.
Pada laga tersebut, Nasuha juga menyoroti buruknya penyelesaian akhir. Padahal, penyelesaian akhir selalu menjadi menu pada sesi latihan. Namun, hasil di lapangan tidak selalu bisa diprediksi.
“Setiap sesi latihan kami selalu setting untuk finishing. Tapi inilah sepak bola. Kita banyak peluang tapi tidak mencetak gol, dan lawan punya satu peluang yang berbuah gol. Sepak bola memang tidak bisa diprediksi,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto