KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Euforia kemenangan akhirnya dirasakan PSIS Semarang. Setelah melakoni 11 pertandingan tanpa kemenangan, yang membuat tim Laskar Mahesa Jenar ini menjadi juru kunci di klasemen sementara Grup Timur.
Kemenangan itu bahkan diraih di markas Persiba Balikpapan, yakni Stadion Batakan pada laga kontra Minggu (23/11) malam. Sekaligus, menandai debut manis bagi Jafri Sastra yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih PSIS.
Menanggapi itu, Jafri Sastra mengaku bersyukur atas kemenangan perdana yang diraih pada laga debutnya tersebut. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras para pemain, yang sebagian besar diisi skuad muda.
“Pertama-tama, ini semua karena izin Allah SWT. Kami bersyukur bisa meraih kemenangan di sini. Apresiasi untuk semua pemain, yang memang mayoritas pemain muda. Tentu masih banyak yang harus kami perbaiki untuk pertandingan berikutnya,” kata Jafri.
Di sisi lain, ia menyadari kompetisi masih panjang dan meminta anak asuhnya tidak larut dalam euforia kemenangan. Terlebih, banyak lawan yang kualitasnya berada di level atas.
“Untuk kemenangan ini, kami sangat bersyukur. Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi agar tim semakin naik,” tambah pelatih asal Payakumbuh ini.
Jafri menambahkan, jeda kompetisi selama satu bulan akan dimanfaatkan untuk evaluasi dan pembenahan. Ia pun akan berdiskusi dengan manajemen terkait hal-hal yang perlu diperbaiki selama masa jeda.
Pemain PSIS, Ahmad Syiha Buddin, juga menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Khususnya, atas kerja keras seluruh tim dan arahan yang diberikan oleh tim pelatih.
“Alhamdulillah kami bisa membawa pulang tiga poin perdana ke Semarang,” ucapnya.
Dia menekankan bahwa kemenangan ini dipersembahkan untuk suporter yang selalu memberikan dukungan penuh.
“Khususnya untuk suporter yang setia berada di belakang kami. Ini untuk mereka,” tutupnya.
Kendati meraih tiga poin, posisi PSIS masih belum beranjak dari dasar klasemen Grup Timur dengan koleksi 5 poin. Sementara Persiba tetap berada di peringkat ketujuh dengan 11 poin. (*)
Editor : Duito Susanto