Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta: “Diganggu” Saat OT, Terpaksa Buka Puasa di Jalan

Rendy Fauzan • Senin, 2 Maret 2026 | 17:56 WIB

PSYWAR: Borneo FC Samarinda baru bisa jalani official training setelah melalui drama perubahan dadakan jadwal latihan.
PSYWAR: Borneo FC Samarinda baru bisa jalani official training setelah melalui drama perubahan dadakan jadwal latihan.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Api rivalitas jelang Derby Orange antara Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Selasa (3/3), sudah terasa percikannya sejak kini.

Jelang pertandingan, tepatnya pada Senin (2/3), tuan rumah berulah. Borneo FC Samarinda mendapat “gangguan” berupa perubahan dadakan jadwal official training (OT) untuk Borneo FC.

Menurut rencana awal, OT akan dilaksanakan di JIS yang jadi venue bertemunya kedua tim, keesokan harinya. Namun, beberapa menit jelang keberangkatan tim menuju lokasi OT, surat pemberitahuan perubahan itu baru diterima tim.

Surat pemberitahuan bernomor 110/BL2000/III/2026/0070 berisi informasi larangan menggunakan JIS untuk kegiatan OT. Dalihnya, saat ini rumput JIS sedang dalam perawatan, demi performa maksimalnya jelang pertandingan pada Selasa (3/3) nanti.

Tidak sampai di situ, lebih parahnya, panitia tidak mencantumkan nama lapangan alternatif yang bisa digunakan Borneo FC Samarinda untuk menjalani OT.

Situasi itu sukses membuat Manajer Borneo FC Samarinda Dandri Dauri berang. “Apa gunanya menggelar OT, kalau tidak dilaksanakan di lokasi pertandingan?” cecar Dandri.

Dandri menegaskan, seperti namanya, OT punya tujuan utama, yakni menjadi bagian dari proses adaptasi para pemain yang akan menjalani pertandingan. Namun, dengan kondisi tersebut, OT jadi kehilangan makna. “Ini sangat mengganggu konsentrasi tim. Karena persiapan jadi berantakan,” tukas Dandri.

Mereka sempat diberi alternatif ke lapangan latihan di sekitar JIS, hanya tim menolak dan bersikukuh untuk tetap berlatih di JIS. Setelah hampir satu jam terkatung-katung, akhirnya mereka bisa berlatih di JIS.

Namun, masalah belum pupus di situ. Sebab, ini adalah Ramadan, di mana banyak pemain muslim yang juga harus membatalkan puasanya.

Dandri menjelaskan, jika sesuai rencana, pemain bisa berbuka puasa bersama di hotel. Namun, dengan kejadian ini, tim terpaksa harus berbuka puasa di jalan. Apalagi berada di jalan saat lalu lintas Jakarta pada waktu pulang kerja adalah mimpi buruk. “Semua jadi molor. Ini sangat mengganggu!” tuntas Dandri.

Editor : Rendy Fauzan
#persija jakarta #Dandri Dauri #jakarta international stadium #Borneo FC Samarinda