KALTIMPOST.ID, PAMEKASAN – Madura United tak hanya menelan kekalahan dari Borneo FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu malam (5/4). Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu juga tercoreng oleh ulah segelintir oknum suporternya.
Insiden terjadi seusai pertandingan. Bus yang mengangkut tim Borneo FC dilempari batu oleh sejumlah oknum suporter. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait keamanan dan kenyamanan tim tamu di Pamekasan.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United, Mohammad Alwi, menyampaikan kekecewaannya atas tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa perbuatan oknum suporter itu bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung oleh Madura United.
“Kami semua terikat oleh nilai kebersamaan dan persaudaraan, sebagaimana slogan ‘Madruji’ yang berarti Madura Damai, Rukun, dan Terpuji,” tegasnya.
Alwi juga menekankan bahwa masyarakat Madura dikenal menjunjung tinggi sikap menghormati tamu. Nilai-nilai seperti andhap asor dan tengka, yang mencerminkan kerendahan hati, saling menghormati, serta menjunjung etika dan sopan santun, seharusnya tetap menjadi pedoman.
Ia memastikan manajemen Madura United siap mendukung langkah yang diambil pihak berwenang. Hal itu dilakukan demi menjaga integritas dan kehormatan sepak bola Indonesia.
“Kami siap mendukung penuh setiap proses yang dilakukan pihak berwenang dalam menyikapi kejadian ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi