Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Yakob Sayuri Kembali Jadi Korban Rasisme di Super League, Laga Sempat Terhenti

Ery Supriyadi • Selasa, 7 April 2026 | 06:04 WIB
Yakob Sayuri jadi pilar penting Malut United musim ini. (MALUT UNITED)
Yakob Sayuri jadi pilar penting Malut United musim ini. (MALUT UNITED)

 

KALTIMPOST.ID, MALANG – Yakob Sayuri kembali menjadi korban rasisme di sepak bola Indonesia. Kali ini, perlakuan tersebut tidak terjadi di media sosial, melainkan langsung ia dengar di lapangan.

Insiden itu terjadi saat timnya, Malut United, bertandang ke markas Arema FC pada lanjutan Super League 2025-2026, Jumat (3/4). Akibat kejadian tersebut, pertandingan sempat terhenti karena Yakob melayangkan protes kepada perangkat pertandingan.

Saat ditemui Jawa Pos, pemain berusia 28 tahun itu mengaku sudah lelah dengan tindakan rasisme yang terus berulang. Ia menilai, persoalan ini bukan hanya menimpa dirinya seorang.

Baca Juga: Bus Borneo FC Dilempari usai Laga di Pamekasan, Panpel Madura United Buka Suara

“Masalahnya bukan hanya kepada saya dan saudara saya saja. Ini sudah sering terjadi, terutama kepada kami orang-orang timur,” ujarnya.

Yakob menegaskan, perilaku rasisme sama sekali tidak mencerminkan nilai fair play dalam sepak bola. Ia berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa di kompetisi nasional.

“Saya berharap ke depannya tidak ada rasis-rasis lagi,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tindakan rasisme sangat melukai harga dirinya. Sebagai pemain yang tetap berkomitmen membela negara, Yakob merasa diperlakukan tidak adil.

“Walaupun kulit saya hitam, saya tetap jalani kalau dipanggil untuk Indonesia. Saya baru kembali dari pemanggilan timnas, baru saja mewakili negara ini. Tapi justru masih mendapat rasis,” tegasnya.

Baca Juga: Wabup Kubar Buka Musda V KKSS di Taman Budaya Sendawar, Resmikan Rumah Singgah untuk Perkuat Soliditas dan Layanan Sosial

Menurut Yakob, praktik rasisme masih marak terjadi karena adanya pembiaran. Ia berharap semua pihak bisa lebih tegas agar kejadian serupa tidak terus terulang. (*)

 
Editor : Ery Supriyadi
#Yakob Sayuri #rasisme Super League #arema fc #sepak bola indonesia #Malut United