KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Klub promosi Adhyaksa FC Banten mulai mempersiapkan diri menyambut kompetisi Super League 2026–2027 dengan langkah yang cukup mengejutkan.
Tim tersebut membuka peluang untuk memindahkan homebase dari Banten ke Ternate, Maluku Utara.
Pemilik klub Adhyaksa FC Banten, Eko Setyawan, mengatakan komunikasi dengan pihak terkait di Ternate sudah mulai berjalan. Bahkan, pembicaraan awal disebut telah mencapai sekitar 20 persen.
Baca Juga: Grup F Piala Asia 2027 Panas, Indonesia Hadapi Tiga Raksasa
Menurut Eko, salah satu pertimbangan utama adalah besarnya basis suporter sepak bola di Ternate yang dinilai masih sangat potensial.
Ia menyinggung eksistensi Persiter Ternate yang dulu memiliki massa pendukung besar dan kini banyak beralih mendukung Malut United.
“Dulu ada Persiter Ternate dan punya massa yang cukup besar. Sekarang banyak suporternya bergabung mendukung Malut United,” ujar Eko di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5), usai acara awarding ceremony Championship 2025–2026.
Namun, ia menilai antusiasme penonton dalam beberapa laga terakhir mulai mengalami penurunan. Kondisi ini mendorong pihaknya mencari opsi baru bersama pemerintah daerah Maluku Utara.
“Kami sudah bicara dengan pihak Ibu Gubernur. Mudah-mudahan sebelum kickoff Super League nanti sudah ada keputusan,” lanjutnya.
Jika rencana itu terealisasi, Adhyaksa FC Banten akan menggunakan Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, sebagai kandang. Stadion tersebut saat ini juga menjadi markas Malut United dan telah lolos verifikasi I.League untuk kompetisi Super League.
Meski berencana pindah markas, Eko menegaskan identitas klub tidak akan hilang sepenuhnya.
Bahkan, Adhyaksa berencana menggabungkan unsur lokal dalam nama tim jika benar-benar bermarkas di Ternate.
Baca Juga: Capaian BPJS Kesehatan Paser Tembus 95 Persen, Layanan Digital Terus Diperkuat
“Kalau jadi di sana, mungkin namanya Adhyaksa Persiter Ternate,” katanya.
Selain itu, klub juga berkomitmen memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal Maluku Utara.
Hal ini serupa dengan kebijakan mereka saat bermarkas di Banten yang turut memberi kesempatan bagi pemain daerah.
“Di Banten ada enam sampai tujuh pemain asli daerah yang kami gunakan di Liga 2. Kalau main di Ternate, pasti kami ambil pemain-pemain lokal Ternate juga,” jelasnya.
Di sisi lain, Adhyaksa Banten memastikan kerangka tim tetap dipertahankan untuk menghadapi ketatnya persaingan Super League musim depan.
Sejumlah pemain seperti Adilson Silva, Makan Konate, hingga Ramiro Fergonzi masih diproyeksikan menjadi bagian penting skuad. (*)
Editor : Ery Supriyadi