KALTIMPOST.ID, Saat ini Beckham Putra jadi sorotan di media sosial. Pasalnya, gelandang Timnas Indonesia tersebut jadi sasaran perundungan atau bullying dari sejumlah oknum suporter.
Insiden pertama terjadi saat Beckham Putra berada di hotel, tempat Timnas Indonesia menginap dalam agenda FIFA Matchday.
Dalam video yang beredar, terdengar suara seseorang meneriakkan kata-kata tak pantas secara berulang yang ditujukan kepada Beckham saat sang pemain hendak keluar dari area hotel.
“Beckham anj*ng,” terdengar suara dari seorang oknum yang berada di lokasi.
Tak hanya itu, pemain Persib tersebut kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan usai laga Indonesia vs Mozambik dalam FIFA Matchday pada Selasa 9 Juni.
Di mana saat itu usai pertandingan uji coba di SUGBK, pemain skuad Garuda berkeliling di trek lari untuk memberikan penghormatan kepada fans yang memadati stadion. Sampai di tribune barat, ada salah satu suporter mengacungkan jari tengahnya ke Beckham.
Sontak saja emosi Beckham langsung tersulut, bahkan sempat terlibat adu argumen dengan seseorang yang berada di tribun.
Situasi tersebut akhirnya mereda setelah rekan setimnya, Kevin Diks, turun tangan dan menenangkan keadaan.
Atas berbagai perlakuan tak menyenangkan yang ia terima, Beckham akhirnya mengunggah pesan melalui media sosial.
Ia mengaku memahami bahwa perjalanan seorang pesepak bola tidak selalu dipenuhi dukungan dan pujian.
“Tidak semua perjalanan akan dipenuhi pujian. Ada kritik, keraguan, bahkan kata-kata yang menyakitkan di sepanjang jalan,” tulis Beckham.
Ia menegaskan bahwa setiap pengalaman, termasuk cibiran dan kritik yang diterimanya, akan dijadikan pelajaran untuk terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan maupun kepada mereka yang secara tidak langsung membuat mentalnya semakin kuat.
Bagi Beckham, panggilan membela Timnas Indonesia bukan sekadar pencapaian pribadi.
Kesempatan tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, pengorbanan, dan mimpi yang telah diperjuangkannya sejak lama.
Ia menilai setiap pemain yang dipercaya mengenakan lambang Garuda di dada layak mendapatkan penghormatan karena membawa harapan jutaan masyarakat Indonesia.
Karena itu, dirinya selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik setiap kali mendapat kesempatan membela Merah Putih.
“Saya selalu memberikan 100 persen bahkan lebih kemampuan saya untuk Indonesia. Apa pun yang dikatakan di luar sana, tidak akan mengubah komitmen saya untuk terus berjuang demi Merah Putih,” tegasnya.
Meski diterpa kritik dan perlakuan negatif dari sebagian oknum suporter, ia memastikan dedikasinya untuk Timnas Indonesia tidak akan berubah.
“Dan pada akhirnya, tidak ada nama yang lebih besar dari itu, Indonesia,” tandasnya.
Editor : Hernawati