Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Goal Aksis Menang Adu Penalti atas Mojang Priangan, Tantang Cipta Cendikia di Final Hydroplus Soccer League All-Stars U-15

Romdani. • Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:24 WIB
Pemain Cipta Cendikia saat head to head dengan kiper Arema FC Women. (FOTO GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
Pemain Cipta Cendikia saat head to head dengan kiper Arema FC Women. (FOTO GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KALTIMPOST.ID-Partai semifinal Hydroplus Soccer League All-Stars U-15 berjalan ketat di Supersoccer Arena, Sabtu (11/7).

Cipta Cendikia dan Goal Aksis mengamankan tiket ke babak final yang akan dilangsungkan, Minggu (12/7).

Pada pertandingan pertama, Goal Aksis berjumpa dengan musuh bebuyutannya Mojang Priangan. Di babak pertama pertandingan berjalan ketat, kedua tim saling menunjukkan jual beli serangan.

Mojang Priangan akhirnya memecah kebuntuan jelang turun minum. Memanfaatkan sepak pojok, Kirani Hedaa menanduk bola umpan dari rekannya.

Baca Juga: Timo Scheunemann Seleksi 46 Pemain Terbaik Hydroplus Soccer League All-Stars untuk Srikandi Cup 2026

Kiper Goal Aksis tak mampu membendung sundulan tersebut pada menit ke-24. Keunggulan 1-0 dari Mojang Priangan bertahan hingga turun minum.

Goal Aksis di babak kedua tampil menyerang, mereka ingin merealisasikan targetnya melaju ke babak final. Kebuntuan itu akhirnya terpecahkan jelang bubaran babak kedua pada menit ke-47.

Umpan lambung dari tengah lapangan mampu dimanfaatkan pemain depan Goal Aksis. Bola lambung tersebut mampu ditanduk Astrid Nahdah dan merubah kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan babak adu penalti yang berjalan dramatis. Ketiga penendang penalti Mojang Priangan gagal mengeksekusi tendangan. Kiper Goal Aksis Elbian tampil memukau.

Sementara itu, tiga penendang dari Goal Aksis mampu menuntaskan tugasnya. Skor babak adu penalti ini berakhir 3-2 untuk kemenangan Goal Aksis.

Sementara itu di laga kedua, Arema FC Women menghadapi Cipta Cendikia juga berlangsung seru. Di babak pertama, Cipta Cendikia langsung tampil menekan.

Shilen Nailenka berhasil membuka keunggulan untuk Cipta Cendikia pada menit ke-12. Sementara striker andalan mereka Ayla menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24. Cipta Cendikia unggul sementara atas Arema FC Women di babak pertama.

Baca Juga: Dishub Balikpapan Pasang 1.700 Titik Lampu PJU Baru Sepanjang 2026, Kota Masih Perlu 5.700 Titik Lagi

Di babak kedua, Arema FC Women berusaha bangkit. Pertandingan baru berjalan dua menit, striker Arema FC Women, Fadilla mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-27. Skor berubah menjadi 2-1. 

Hingga babak kedua digulirkan, Arema FC Women tak mampu menyamakan kedudukan atas lawannya. Pertandingan berakhir 2-1 untuk kemenangan Cipta Cendikia.

Pelatih Kepala Goal Axis, Budi Suparlan, menyebut ketenangan menjadi faktor utama yang mengantarkan timnya melaju ke final usai menyingkirkan lawannya melalui drama adu penalti pada laga semifinal, Sabtu (11/7).

Menurutnya, para pemain mampu menjaga fokus dan tidak terpancing tekanan meski sempat tertinggal pada babak pertama.

Kondisi itu membuat mereka tetap bisa mengeluarkan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir.

“Kalau bermain dengan tenang, kemampuan pemain bisa keluar 100 persen. Sebaliknya, kalau tidak tenang justru permainan terbaik mereka tidak muncul. Alhamdulillah anak-anak bisa menjalankan instruksi pelatih,” kata Budi.

Saat Goal Axis tertinggal 0-1 di babak pertama, ia meminta para pemain tidak larut dalam keadaan.

Budi mengingatkan anak asuhnya agar tetap fokus menyelesaikan pertandingan karena masih memiliki waktu 25 menit di babak kedua untuk membalikkan keadaan.

Budi akan melakukan recovery fisik pemain untuk melakoni laga final. Ia meminta anak asuhnya untuk fokus merebut gelar juara di putaran nasional.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Pastikan Jalan Empat Kampung Terisolasi di Kubar Dibangun, Target Mulai Bulan Depan

Sementara itu, Pelatih Kepala Mojang Priangan Imam Sujagad mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dari menit awal hingga akhir dan sudah berjuang keras dan menerapkan "game plan" di lapangan.

“Akan tetapi, rezeki berkata lain setelah unggul di babak pertama pada 5 menit terakhir sebelum babak kedua berakhir kemasukan dan kalah di penalti,” ujarnya.

Sejak awal tampil, kata dia, mental anak memang sudah disiapkan, karena datang ke sini harus siap menang dan siap kalah.

Pelatih Arema FC Women, Nanang Habibi, mengatakan mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Seluruh kemampuan telah dikerahkan pada laga semifinal tersebut.

“Itu belum rezeki kami, di babak pertama kami memang tertekan, kami mencoba bangkit di babak kedua dengan tampil menekan,” katanya.

Nanang akan melakukan evaluasi kelemahan timnya untuk mempersiapkan di musim selanjutnya.

Dia meminta anak asuhnya tidak berkecil hati, lantaran mereka juga dipantau oleh tim pelatih yang akan disiapkan untuk ajang Srikandi Cup. (gal/kp)

Editor : Romdani.
#HYDROPLUS Soccer League #srikandi cup 2026 #Timnas Indonesia #adu penalti #Kutai Barat