Kalah di Segiri, Pelatih Bali United Akui Timnya Bermain Buruk

Doni Aditya Haryono • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:14 WIB
AKUI KEKALAHAN: Pelatih Bali United Johnny Jansen (dua kiri) tak mencari kambing hitam atas kekalahan yang diderita timnya saat bertamu ke Stadion Segiri Samarinda. DONI ADITYA/KP
AKUI KEKALAHAN: Pelatih Bali United Johnny Jansen (dua kiri) tak mencari kambing hitam atas kekalahan yang diderita timnya saat bertamu ke Stadion Segiri Samarinda. DONI ADITYA/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bali United pulang dengan tangan hampa dari Stadion Segiri. Catatan dua kemenangan beruntun Serdadu Tridatu terhenti setelah takluk 0-1 dari Borneo FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027, Minggu (20/9/2026).

Kekalahan itu terasa semakin menyesakkan lantaran Bali United sebenarnya datang dengan modal positif. Namun, permainan yang ditampilkan jauh dari harapan pelatih Johnny Jansen.

Borneo FC memecah kebuntuan melalui eksekusi penalti Juan Villa pada menit ke-54. Gol dari titik putih tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berlangsung keras dan panas.

Tiga kartu merah turut mewarnai pertandingan. Rifad Marasabessy dari Borneo FC dan Rahmat Arjuna dari Bali United lebih dulu diusir pada menit ke-35 setelah terlibat perselisihan. Bali United kembali kehilangan pemain pada menit ke-70 setelah Tim Receveur mendapat kartu merah.

Baca Juga: Nonton Asian Games 2026 Makin Mudah, Telkomsel Hadirkan Tayangan Gratis di IndiHome 

Keputusan tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti Johnny. Pelatih asal Belanda itu menilai pelanggaran Tim Receveur tidak semestinya berujung kartu merah. Namun, ia enggan menjadikan kepemimpinan wasit sebagai kambing hitam kekalahan timnya.

"Saat kartu merah kedua, saya tidak melihat situasi di lapangan dengan jelas. Menurut saya, itu bukan pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah. Hal tersebut jelas menyulitkan permainan kami," ujar Johnny.

"Tapi yang terpenting, saya tidak ingin menyalahkan wasit atas kartu merah tersebut. Sekarang fokus kami adalah bermain lebih baik lagi," sambungnya.

Johnny mengakui persoalan utama Bali United justru ada pada permainan timnya sendiri. Tempo yang lambat membuat Serdadu Tridatu kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga.

Baca Juga: Universitas Mulia Rintis Kerja Sama Internasional dengan Universite de L’Itasy Madagaskar

"Kami sangat kecewa hari ini karena tidak bermain dengan baik. Bisa dilihat di lapangan, tempo permainan kami terlalu lambat. Padahal kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik," tegasnya.

Kesalahan pada babak kedua akhirnya harus dibayar mahal. Dari situasi tersebut, Borneo FC mendapatkan penalti dan Juan Villa menjadi eksekutor yang mengunci kemenangan Pesut Etam.

"Di babak kedua, kami melakukan kesalahan hingga mereka mencetak gol. Ke depannya, kami harus tampil lebih baik lagi. Itulah alasan saya sangat kecewa dengan tim kami dan juga dengan diri saya sendiri," pungkas Johnny. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Hasil Liga Indonesia stadion segiri Johnny Jansen bali united borneo fc