Survei yang diadakan pada 15-19 Juli 2024 ini mengukur tingkat keterpilihan sosok calon Wali Kota Bontang dengan simulasi Pilkada Serentak 2024.
Menggunakan Metode Survei Multistage Random Sampling dengan margin error 5 persen, surveyor SDI secara langsung mendatangi 400 responden untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan.
Survei dimulai dengan menyajikan 10 nama tokoh untuk dipilih oleh responden. Kemudian terus mengerucut hingga menyisakan 4 nama, yaitu Basri Rase, Neni Moerniaeni, Najirah, dan Sutomo Jabir.
Dari 4 nama tersebut, hasil survei mencatat Neni Moerniaeni berada di posisi teratas dengan 41,75 persen, disusul Basri Rase dengan 24 persen.
Kemudian Najirah mendapatkan 4 persen, dan Sutomo Jabir 0,75 persen. Sisanya 29,50 persen menjawab tidak tahu.
Selanjutnya, SDI kembali menciutkan pilihan menjadi 3 tokoh, yaitu Neni Moerniaeni, Basri Rase, dan Najirah.
Hasilnya masih dipimpin oleh Neni Moerniaeni dengan perolehan 43 persen meningkat 1,25 persen dari sebelumnya.
Sedangkan Basri Rase mendapatkan 24,25 persen, naik 1,25 persen. Sementara Najirah justru menurun 0,50 persen dengan perolehan 3,50 persen. Selebihnya 29 persen belum menentukan pilihan.
Barkah mengatakan, Neni Moerniaeni berada di posisi teratas di semua simulasi yang dilakukan SDI. "Pada semua simulasi Neni Moerniaeni unggul," terangnya.
Neni Moerniaeni juga masih unggul di tingkat kesukaan dengan memperoleh 82,06 persen, dan hanya 6,53 persen reponden yang tidak suka.
Sementara Basri Rase mendapat 73,11 persen suka dan tidak suka 6,53 persen. Untuk Najirah 73,73 persen dan tidak suka 9 persen.
Namun, Neni Moerniaeni kalah popularitas dari Basri Rase yang mendapat 95 persen responden. Sedangkan Neni Moerniaeni hanya 94,75 persen, dan Najirah 88,50 persen.
Barkah menyampaikan bahwa 400 responden lebih condong hanya ke dua nama, yaitu Basri Rase dan Neni Moerniaeni.
Para tokoh di atas masih mempunyai waktu kurang lebih 3 bulan untuk meningkatkan elektabilitas dan merebut hati pemilih sebelum Pilkada Serentak 2024 dilaksanakan pada 27 November nanti. (*)
Editor : Almasrifah