KALTIMPOST.ID, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melaporkan bahwa proyek penggantian jembatan di Balai Benih Ikan, Tanjung Laut Indah, masih dalam tahap pengerjaan.
Meskipun demikian, Kabid Bina Marga Dinas PUPRK, Anwar Nurdin, belum dapat memberikan detail mengenai persentase kemajuan pengerjaan proyek tersebut.
"Saat ini kami masih menunggu informasi terbaru mengenai progres pengerjaan. Namun, yang dapat kami sampaikan adalah pengerjaan saat ini masih berada pada tahap pemasangan abutmen," ujar Anwar Nurdin.
Proses pemasangan abutmen diikuti oleh pemasangan turap sayap yang bertujuan untuk melindungi abutmen yang telah dipasang.
Anwar juga menambahkan bahwa tiang pancang untuk proyek ini sudah tersedia di lapangan, dan meskipun belum sepenuhnya terpasang, pengadaan tiang pancang tersebut sudah mencakup bobot progres sebesar 30 persen.
Anwar optimistis bahwa pengerjaan proyek ini akan selesai tepat waktu, yaitu pada 28 Desember 2024, sesuai dengan batas waktu yang tertuang dalam kontrak pengerjaan.
Proyek penggantian jembatan ini dianggarkan sebesar Rp 10,8 miliar dan dikerjakan oleh CV Adi Raya, sebuah perusahaan yang berdomisili di Samarinda.
Pendanaan proyek ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang tahun 2024.
Desain jembatan baru ini nantinya akan mirip dengan jembatan di Jalan Pontianak yang telah selesai dibangun tahun lalu.
Jembatan ini akan memiliki panjang 28 meter dan lebar 6 meter dengan volume pengerjaan mencapai 163,22 meter persegi.
Infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi akses yang lebih kokoh dan aman menuju Balai Benih Ikan, menggantikan jembatan kayu yang saat ini kondisinya sudah tidak layak dilalui oleh kendaraan bermuatan berat.
Jembatan kayu yang ada saat ini, menurut Anwar, telah mengalami kerusakan yang cukup parah, dengan tiang penyangga yang sudah miring dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan ringan.
Pemeliharaan yang dilakukan selama ini hanya berupa penggantian konstruksi kayu secara tambal-sulam.
"Kalau ada kayu yang lepas, kami ganti materialnya, tapi kami khawatir jembatan ini bisa roboh jika konstruksinya tidak segera diganti," tambah Anwar.
Dalam proyek ini, struktur jembatan yang digunakan nantinya akan terbuat dari pelat baja. Infrastruktur baru ini dirancang agar mampu dilintasi oleh kendaraan bermuatan hingga 10 ton, mengingat mobilisasi di Balai Benih Ikan membutuhkan kendaraan dengan berat demikian.
Pemerintah Kota Bontang berharap dengan rampungnya proyek ini, akses menuju Balai Benih Ikan akan lebih aman dan mampu mendukung aktivitas yang memerlukan transportasi berat. (*)
Editor : Dwi Puspitarini