KALTIMPOST.ID, Kelurahan Belimbing telah melakukan rapat persiapan terkait penyebaran ember wolbachia, pekan lalu. Khususnya di kompleks perumahan perusahaan. Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan rapat ini diselenggarakan dengan beberapa instansi.
“Mulai dari Dinas Kesehatan, UGM, perusahaan, dan kelurahan,” kata Dwi.
Menurutnya dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan lakukan sosialisasi terkait penerapan ini. Dengan narasumber dari Univeristas Gadjah Mada dan sasarannya karyawan yang tinggak di kompleks perumahan.
“Penebaran ember ini akan dilakukan bulan ini. Selama enam bulan ke depan,” ucapnya.
Berdasarkan pemetaan dari satelit, nantinya ada 364 titik yang disebar. Radius jarak antara tiap ember yakni 20 meter. Selanjutnya tim juga akan melakukan pembibitan. Dibantu kader kelurahan dan perusahaan.
Ia berharap program untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) bisa berhasil. Paling tidak cakupannya seperti yang terjadi di Kecamatan Bontang Barat yakni 75 persen.
“Sehingga kasus DBD di kelurahan Belimbing, termasuk perumahan perusahaan bisa ditekan,” tutur dia.
Sebelumnya, upaya penyebaran nyamuk Wolbachia di Kota Bontang masih menghadapi tantangan. Pada dua kecamatan yang cakupannya belum mencapai target. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang Bakhtiar Mabe mengatakan bahwa cakupan ideal untuk setiap wilayah adalah di atas 60 persen.
“Hingga kini, hanya Kecamatan Bontang Barat yang berhasil memenuhi target dengan cakupan sebesar 75 persen,” kata Mabe.
Namun, Kecamatan Bontang Selatan dan Bontang Utara masih jauh dari target. Dengan cakupan masing-masing baru mencapai 42 persen dan 36 persen. Sekitar 2.500 ember yang mengandung nyamuk Wolbachia telah disebar sejak Oktober 2023.
Editor : Hernawati