Pertemuan tersebut langsung dipimpin oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Berdasarkan hasil kunjungan, Basri mengatakan Bontang dipastikan masuk 15 daerah yang akan dilakukan pengembangan jargas.
“Alhamdulillah hasilnya sangat mengembirakan. Kementerian ESDM akan membantu tahun depan dibangunkan sambungan rumah jargas di Bontang,” kata Basri via sambungan telepon.
Nantinya di 19 September ini Kementerian ESDM dan Universitas Indonesia akan melakukan kunjungan ke Bontang.
Terkait dengan kesiapan Bontang dalam rencana pengembangan jargas. Termasuk lokasi yang akan dibangun.
“Nanti FS dulu baru DED. Sudah ada garansi dari Kementerian ESDM akan dibangunkan tahun depan,” ucapnya.
Pertimbangan Kementerian ESDM memasukkan Bontang sebagai rencana pengembangan karena kelangkaan tabung elpiji melon di Bontang.
Kemudian adanya jargas diharapkan membantu sektor UMKM. Mengingat harganya lebih terjangkau dibandingkan membeli tabung gas. “Apalagi Bontang juga masuk daerah penyangga IKN,” tutur dia.
Selain itu, Bontang juga sudah profesional dalam mengelola jargas. Pihak kementerian pun menyarankan agar BUMD ada pengembangan usaha melalui sektor jargas. Misalnya water heater.
“Yang akan dibangunkan itu sesuai dengan pengajuan dari pemkot,” terangnya.
Basri menuturkan, Bontang dijadikan oleh direktur perencanaan dan pembangunan infrastruktur migas Kementerian ESDM menjadi role model pengelolaan jargas di Indonesia. (*)
Editor : Almasrifah