KALTIMPOST.ID, BONTANG-Wali Kota Bontang Basri Rase berkunjung ke Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (10/9). Momen itu sebagai upaya untuk melobi pusat terkait rencana pengembangan jaringan gas (jargas).
Pertemuan tersebut dipimpin Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman. Berdasarkan hasil kunjungan, Basri mengatakan Bontang dipastikan masuk 15 daerah yang akan dilakukan pengembangan jargas. “Alhamdulillah hasilnya sangat menggembirakan. Kementerian ESDM akan membantu tahun depan dibangunkan sambungan rumah jargas di Bontang,” kata Basri.
Nantinya pada 19 September, Kementerian ESDM dan Universitas Indonesia akan melakukan kunjungan ke Bontang. Terkait dengan kesiapan Bontang dalam rencana pengembangan jargas. Termasuk lokasi yang akan dibangun. “Nanti FS (feasibility study) dulu baru DED (detailed engineering design). Sudah ada garansi dari Kementerian ESDM akan dibangunkan tahun depan,” ucapnya.
Pertimbangan Kementerian ESDM memasukkan Bontang sebagai rencana pengembangan karena kelangkaan tabung elpiji melon di Bontang. Kemudian adanya jargas diharapkan membantu sektor UMKM. Mengingat harganya lebih terjangkau dibandingkan membeli tabung gas. “Apalagi Bontang juga masuk daerah penyangga IKN,” tutur dia.
Selain itu, Bontang juga sudah profesional dalam mengelola jargas. Pihak kementerian pun menyarankan agar BUMD ada pengembangan usaha melalui sektor jargas. Misalnya water heater. “Yang akan dibangunkan itu sesuai pengajuan dari pemkot,” terangnya.
Adapun sambungan yang diajukan sekitar 11.214 sambungan baru. Sementara saat ini, telah ada sekitar 18.436 sambungan yang telah terakomodasi. Dari kapasitas 53.500 sambungan rumah.
Basri menuturkan, Bontang dijadikan oleh direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM menjadi role model pengelolaan jargas di Indonesia. (ak/adv/rom)
Editor : Romdani.