Geger! Perangkat Desa Kompak Minta Camat Dicopot, Dipicu Hukuman Push-Up Saat Upacara Pancasila

KALTIMPOST.ID – Ratusan perangkat desa dari Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendatangi Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (5/6/2026).
Mereka menyampaikan sejumlah keberatan terhadap kepemimpinan Camat Selogiri, Fredy Sasono, dan meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh.
Aksi tersebut dilakukan secara terorganisir oleh perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Jamin Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tetap Aman Sampai Desember 2026
Mereka berkumpul terlebih dahulu di kawasan Nglaroh, Desa Pule, sebelum bergerak menuju kompleks Setda Wonogiri dengan pengawalan aparat kepolisian.
Setibanya di lokasi, rombongan diterima Sekretaris Daerah Wonogiri F.X. Pranata bersama jajaran asisten daerah dalam sebuah rapat koordinasi tertutup.
Salah satu pemicu utama munculnya protes adalah insiden saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Menurut perangkat desa, terjadi kesalahan teknis berupa bendera yang terlipat saat upacara berlangsung.
Meski telah segera diperbaiki, petugas upacara disebut mendapat hukuman push-up sebelum rangkaian upacara selesai.
Peristiwa tersebut dinilai sebagian perangkat desa sebagai tindakan yang tidak tepat dan dianggap mempermalukan petugas di hadapan peserta upacara.
Tak hanya itu, sejumlah keluhan lain juga disampaikan dalam forum. Perangkat desa menilai komunikasi dan gaya kepemimpinan camat kerap menimbulkan ketidaknyamanan. Mereka juga menyoroti beberapa kegiatan kedinasan yang dinilai kurang berjalan harmonis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




