KALTIMPOST.ID, Ketua KONI Bontang Jamaluddin mengusulkan kepada pemerintah kota (pemkot) untuk melindungi para atlet berprestasi peraih medali di PON XXI Aceh-Sumut.
Ia mengatakan, salah satu yang diusulkan dengan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi mereka.
“Jadi mereka tidak pindah ke daerah lain. Serta tetap bisa mengikuti kejuaraan lain nantinya dengan membawa nama Bontang,” kata Jamaluddin.
Menurut dia, salah satunya pemkot bisa berkoordinasi dengan perusahaan melalui forum CSR. Apalagi ada beberapa perusahaan besar di Bontang.
“Intinya mereka diberikan pekerjaan yang layak, sehingga tetap berada di sini,” ucapnya.
Hal ini dianggap penting agar atlet tidak tergoda pindah ke daerah lain yang menawarkan pekerjaan atau fasilitas lebih baik, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Menurut dia, secara keahlian, atlet Bontang tidak kalah dengan daerah lain. Namun, untuk jam terbang perlu ditambah.
Selain itu, KONI mengusulkan untuk dibuatkan fasilitas bangunan untuk olahraga beladiri. Nantinya seluruh cabor beladiri bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk berlatih dan mengadakan kejuaraan.
“Perlu ada gedung untuk cabor beladiri yang terpusat. Jadi semuanya nanti di situ. Mulai dari pencak silat, judo, karate, dan lain sebagainya,” tutur dia.
Sebelumnya, prestasi meningkat dicapai atlet Kota Bontang dalam gelaran PON XXI Aceh-Sumut.
Sebanyak empat medali emas, delapan perak, dan sembilan perunggu berhasil didapatkan atlet Bontang. Jamaluddin bersyukur dengan torehan ini karena ini merupakan prestasi tertinggi dibandingkan PON sebelumnya.
“Di PON Papua atlet Bontang tidak mendapatkan medali emas,” terangnya.
Empat medali emas ini didapatkan dari dua atlet futsal melalui Muhammad Farras Murtadha dan Rahmad Zar’in Muttaqin. Ditambah dari cabor panahan yakni Adzraa Aathirah Afiifah dan pencak silat melalui Dinda Nuraidha. Total atlet Bontang yang berlaga yakni 24. Namun baru 21 atlet yang memperoleh medali.
“Jumlah ini juga terbanyak. Sebab di PON Papua hanya mengirimkan delapan itu plus official dan pelatih,” sebutnya.
Dari jumlah tersebut, ada 17 cabor yang berhasil mendapatkan medali. Selain tiga cabor di atas, atlet Bontang juga turun di binaraga, boling, kriket, dayun, golf, judo, jujitsu, kabaddi, kurash, layer, menembak, soft tenis, squas, dan taekwondo. Namun menurutnya data ini masih ada yang belum masuk.
Ia juga mengusulkan agar tambahan bonus diberikan pemkot. Nilainya paling tidak setara saat Porprov Berau lalu.
Editor : Hernawati